Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa Magister FILKOM UB Peserta 19th WFYS 2017 di Rusia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaPTIIK pada 16 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 498

Hasbi di WFYS 2017 Rusia
Hasbi di WFYS 2017 Rusia
Muhammad Hasbi, Mahasiswa Magister Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) ikut berpartisipasi menjadi salah satu peserta pada XIX World Festival of Youth and Students 2017 (WFYS 2017) di Sochi, Russia (14-22/10/2017). Hasbi merupakan salah satu perwakilan Indonesia bersama 30.000 peserta lain yang berasal dari 150 Negara. Kegiatan yang di buka langsung oleh Presiden Russia, Vladimir Putin ini merupakan festival yang diadakan setiap empat tahun sekali dan merupakan festival pemuda serta pelajar terbesar di dunia.

Hasbi mengatakan dia diundang menjadi salah satu peserta pada WFYS 2017 bukan hanya sebagai salah satu perwakilan Indonesia saja, tapi juga sebagai perwakilan panelis pada Cyber Security Panel Discussion yang merupakan forum bagi pemuda dari berbagai dunia yang concern di bidang cyber security. Sebelum menghadiri WFYS 2017, Hasbi bersama 100 peserta terpilih yang bergelut di dunia IT dan Industri diundang untuk berkunjung ke Ekaterinburg, salah satu region di sebelah barat Russia. Disana mereka diberikan kesempatan untuk melakukan studi banding tentang teknologi dan Industri. Sebagaimana yang diketahui Ekaterinburg dijuluki sebagai "a backbone of Russia", salah satu pusat teknologi dan industri terbesar di negara tersebut.

WFYS sendiri diselenggarakan dengan tujuan untuk mengkonsolidasikan komunitas pemuda internasional, memperkuat hubungan internasional, serta mempromosikan kerjasama internasional dan antarbudaya. Salah satu sasaran utama WFYS 2017 adalah membentuk visi para pemimpin muda dari berbagai negara dan mencoba untuk mengartikulasikan tanggapan terhadap tantangan generasi yang paling mendesak. Adapun agenda utama dari program diskusi tersebut mencakup 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang diadopsi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hasbi mengaku senang dan bersyukur dapat menjadi bagian dari WFYS 2017. Untuk dapat merasakan pengalaman berharga tersebut Hasbi harus melalui beberapa seleksi ketat bersaing dengan ribuan kandidat dari seluruh belahan dunia. Seleksi meliputi beberapa tahapan yang memakan waktu satu tahun sebelum pelaksanaan WFYS 2017. Pertama adalah seleksi berkas berupa essay berisikan gagasan atau ide sesuai background keilmuan yang ditekuni masing-masing kandidat. Kedua adalah tes wawancara termasuk tes keterampilan berbahasa Rusia.

"Tidak harus bisa bahasa Rusia dengan lancar, tapi hanya di tes pemahaman dasarnya saja," jelas Hasbi.

Hasbi menyampaikan bahwa informasi mengenai pelaksanaan WFYS dapat diakses di website kedutaan besar host country atau tuan rumah. Penyelenggaraan WFYS selanjutnya akan bertempat di Brisbane, Australia. [dna/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID