Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa Keperawatan Raih Emas di Malaysia Technology Expo 2018

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 19 Juli 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 618

Mahasiswa Keperawatan raih emas di Malaysia Technology Expo 2018
Mahasiswa Keperawatan raih emas di Malaysia Technology Expo 2018
Malaysia Technology Expo
(MTE) 2018 merupakan acara Internasional tahunan yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2001. Acara ini mewadahi inventor dan innovator untuk mempublikasikan hasil karyanya. Sebagai salah satu acara yang berpengaruh di regional Asia dalam bidang invensi dan inovasi, pada tahun 2018 terdapat 500 invensi, 150 ekshibitor dan 8000 pengunjung dari beberapa negara yang berpartisipasi. MTE diselenggarakan pada 22-24 Februari 2018 di Putra World Trade Centre (PWTC) Kuala Lumpur, Malaysia.

Kesempatan yang baik ini disambut antusias oleh mahasiswa Universitas Brawijaya dengan mengirimkan 4 tim untuk berpartisipasi. 1 tim berasal dari Fakultas Ilmu Komputer yang memamerkan prototype Event Organizer Online berjudul "bikinacara.com", 1 tim berasal dari Fakultas Peternakan yang membuat inovasi truk pengangkut ayam dengan judul "GEN-POMET: A Poultry Transformation Concept Based on The Implementation of Animal Welfare by Ecogreen", 2 tim dari Fakultas Kedokteran yang memamerkan inovasi produk kesehatan dengan judul "The neuroprotective Effect of Beta Glucan Extracted from Saccharomyces cerevisae in Rattus Novergicus Ischemic Stroke Model" dan "CURED: Temulawak Oinmnet with Nanoparticle Base as Natural Alternative Medicine to Accelerate Diabetic Wound Healing Process".

Berkat usaha dan kerja keras, tim Universitas Brawijaya mendapatkan 1 Gold Medal, 2 Bronze Medals dan Honor of Merits dari ajang ini. Tim "CURED " yang beranggotakan Fatika Maulidyah Yuwanto (PSIK 2014), Ria Sherliana (PSPD 2014), Armareza Laili (PSF 2015) dan Mokhammad Fahmi Rizki berhasil mewakili Indonesia dalam perolehan Gold Medal ini. Hal ini patut menjadi catatan, bahwa pemuda Indonesia juga mampu bersaing secara global. Oleh sebab itu, inovasi-inovasi semacam ini perlu mendapat perhatian khusus dan bantuan dari berbagai pihak untuk dikembangkan lebih lanjut. [fatika/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID