Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Juarai National Governance Day 2018

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafisip pada 24 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 581

Gusti Norsatyo Malik, Fibri Wahyu Syeh Putra, dan Inggito Idhar Adimearta
Gusti Norsatyo Malik, Fibri Wahyu Syeh Putra, dan Inggito Idhar Adimearta
Dalam memperingati National Governance Day, Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran (UNPAD) mengadakan Kompetisi Inovasi Kebijakan Publik Kelas Pemuda Bersinergi National Governance Day 2018. Dalam kompetisi tersebut salah satu tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) berhasil membawa pulang gelar juara 2.

Mereka adalah Gusti Norsatyo Malik, Fibri Wahyu Syeh Putra, dan Inggito Idhar Adimearta. Ketiganya merupakan mahasiswa FISIP UB Jurusan Ilmu Pemerintahan 2015. Berteman dari awal perkuliahan membuat mereka akrab satu sama lain. Minat yang sama juga membuat mereka bisa menjadi satu tim dalam berbagai kompetisi sebelumnya.

Rangkaian kegiatan yang dimulai pada tanggal 8 sampai 11 Mei 2018 ini terdiri dari pre-event, seminar, field trip, serta kompetisi inovasi. Terdapat juga coaching clinic yang mengajarkan para peserta tentang penulisan essai.

Essai inovasi yang dibuat oleh Gusti dan kawan-kawan berfokus tentang kesehatan masyarakat Indonesia. "Alasan kita memilih tema kesehatan karena dasar dari semua kegiatan manusia membutuhkan kesehatan. Orang bekerja butuh kesehatan, beraktivitas apapun butuh kesehatan," kata Gusti.

"Indonesia punya alam yang bagus, SDM nya juga banyak. Tapi yang membuat kesehatan masyarakat Indonesia kurang bagus itu ternyata pola hidup yang mereka terapkan," kata Inggito.

Dengan melihat keadaan yang seperti itu, mereka bertiga menawarkan ide inovasi yang berbentuk sebuah aplikasi yang dapat melayani masyarakat Indonesia dalam bidang kesehatan.

"Kami memiliki ide untuk membuat sebuah aplikasi yang dibawahi oleh kementrian, bekerja sama dengan pihak swasta sebagai donatur dan pengembang. Selain itu, masyarakat juga dapat berpartisipasi sebagai pengguna dan kontributor," kata Fibri.

Menurut mereka bertiga, ide aplikasi tersebut merupakan edukasi preventif yang dapat mengedukasi masyarakat. Terdapat juga ide konsultasi online dengan praktisi yang terdaftar secara resmi. Selain itu mereka juga berencana untuk menambahkan informasi tentang rumah sakit di Indonesia. [Lita/Humas FISIP/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID