Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Juara Kompetisi Skenario Film Pendek

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafisip pada 23 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 938

Mahasiswa Ilmu Komunikasi menangkan kompetisi skenario film pendek
Mahasiswa Ilmu Komunikasi menangkan kompetisi skenario film pendek
Dua mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya (UB) membuktikan kreatifitasnya dalam Kompetisi Skenario Film Pendek yang diadakan oleh Parade Film Malang. Mereka adalah Ahmad Ahsani Taqwim (Ilmu Komunikasi 2016) dan Kistin Septiyani (Ilmu Komunikasi 2014).

Setelah melalui proses lomba selama lima hari (26-30/03/2018), naskah milik Soni (panggilan akrab Ahmad Ahsani Taqwim) dan Kistin berhasil mengantarkan mereka hingga puncak kompetisi. Dari total 98 naskah yang masuk, Sony dan Kistin terpilih menjadi juara 1 dan 2 dalam kompetisi tersebut.

Pemenang kompetisi ini akan mendapatkan fasilitas dan diberi dana untuk pembuatan film hingga akhir. Hal ini tentu saja merupakan sesuatu yang sangat membanggakan bagi mereka. Terlebih bagi Kistin yang mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap dunia sinematografi baru dimulai saat memasuki masa perkuliahan.

"Aku tertarik di bidang ini baru waktu awal perkuliahan. Dulu ikut LSO Societo itu bener-bener dari nol. Cuma memang dari dulu suka menulis, jadi lebih fokus ke penulisan skenario," kata Kistin.

Berbeda dengan Kistin, Sony sudah memiliki ketertarikan di bidang ini sejak masih duduk di bangku sekolah. Bahkan naskah yang dibuat oleh Sony sebenarnya sudah ada sejak awal tahun 2018, sehingga saat dibuka pendaftaran, dia tinggal mengirimkan naskah yang sudah ada.

"Saya bikin naskah itu awal tahun ini. Waktu itu iseng-iseng bikin dan bukan diniati untuk ikut kompetisi," kata Sony.

Tema yang diangkat keduanya juga cukup ringan dan unik. Soni sebagai juara 1 mengangkat cerita tentang begal.

"Jadi aku membuat naskah ini berdasarkan tentang banyaknya kejadian begal di Bangkalan, kampung halamanku," katanya.

Sementara Kistin sebagai juara 2 membuat naskah dengan judul Ngilo. Naskah ini merupakan sebuah fiksi yang bercerita tentang sebuah ritual kecantikan.

Saat ditanya tentang biaya lomba, mereka kompak mengatakan bahwa kompetisi ini tidak memakan biaya apapun. Peserta murni hanya menyiapkan naskah dan presentasi ketika ada di babak final, sehingga tidak memberatkan pesertanya yang kebanyakan berasal dari kalangan mahasiswa.

Untuk rencana ke depan, baik Soni maupun Kistin sama-sama masih fokus untuk menyelesaikan pembuatan film ini. Mereka bersyukur mendapatkan support dari keluarga dan fakultas sehingga dapat berkarya dengan nyaman di bidang yang mereka minati. [Lita/Humas FISIP/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID