Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Belajar Public Speaking dan Presentasi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFISIP pada 21 Desember 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 544

Pelatihan public speaking dan presentasi untuk mahasiswa
Pelatihan public speaking dan presentasi untuk mahasiswa
Khoirunnisa (Ilmu Komunikasi 2015) dan Shaskia Maulidina (Ilmu Komunikasi 2014)
Khoirunnisa (Ilmu Komunikasi 2015) dan Shaskia Maulidina (Ilmu Komunikasi 2014)
Dua mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya yakni Shaskia Maulidina (Ilmu Komunikasi 2014), dan Khoirunnisa (Ilmu Komunikasi 2015) diundang sebagai pembicara utama pada workshop pelatihan "Public Speaking" dan "Presentasi" yang bertemakan workshop "SASUKE" (Sarjana Siap Kerja), Jumat (8/12/2017). 

Workshop tersebut diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (BEM FP UB) sebagai bekal untuk mahasiswanya dalam menghadapi dunia kerja.

"Barang siapa yang tidak mempersiapkan latihan berbicara (public speaking), maka dia mempersiapkan kegagalannya dia sendiri," kata Shaskia.

Shaskia atau yang biasa dipanggil Sasa menjelaskan bahwasanya public speaking bukan sebuah bakat, namun sesuatu yang dapat dilatih dan diasah oleh diri sendiri. Semakin banyak berlatih, hasilnya juga semakin bagus. Menurutnya semakin sering seseorang berlatih, semakin dirinya tahu kekurangannya. Dengan begitu, seseorang semakin dapat mengevaluasi dirinya.

"Public Speaking itu adalah salah satu soft skill yang penting karena, sebagai makhluk sosial kita butuh berinteraksi. Jika sebagai mahasiswa, maka setiap harinya akan berhadapan dengan tugas dan presentasi. Bagi yang berorganisasi akan menuntut kemampuan public speaking mereka di dunia perkuliahan," kata mantan General Manager Seven7line Radio FISIP UB ini.

Perempuan kelahiran Malang ini mengatakan bahwa saat ini public speaking menjadi ketakutan banyak orang.

"Saat seseorang tidak memiliki cukup persiapan latihan untuk melakukan public speaking, maka biasanya orang itu akan gugup dan grogi saat berbicara. Dan hasilnya, penampilannya tidak maksimal," katanya

Saat menyampaikan materi, Sasa menyebutkan beberapa modal dan syarat untuk menjadi public speaker yg baik seperti memperhatikan body language yang baik dan tidak terlalu over. Bicara setepatnya bukan secepatnya, tampil prima dan menyenangkan, menjaga eye contact kepada semua yg hadir serta perhatian yang maksimal kepada audience.

Pada materi presentasi, Khoirunnisa sebagai pemateri utama mengulas beberapa hal mengenai skill presentasi.

 "Skill seperti presentasi dan public speaking itu kan sebenarnya kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap orang. Kemampuan seperti itu tidak selalu berhubungan dengan komunikasi. Semua bidang maupun jurusan dapat menguasai skill seperti ini," katanya.

Nisa mengaku bahwa untuk menjadi presentator yang hebat seperti halnya Mario Teguh dibutuhkan pemahaman mengenai cara kerja materi presentasi itu sendiri.

"Dalam melakukan presentasi yang utama adalah memahami audience, karena audience lah yang menentukan kredibilitas dari presentator," katanya.

Menurutnya, ada dua hal krusial yang harus diingat saat presentasi. "Saat opening, maka waktunya bagi seorang presentator memberikan first impression. Saat itulah audience memutuskan untuk melanjutkan mendengarkan, atau berhenti mendengar. Sedangkan saat closing, ada moment closing statement untuk diingat bahkan dibawa pulang oleh audience," katanya.

Saat ditanya, mahasiswa yang dianugerahi sebagai mahasiswa berprestasi (mawapres) Jurusan Ilmu Komunikasi ini mengaku kerap mengisi materi lanjutan terkait membuat presentasi, news presenting, MC, di beberapa fakultas di Universitas Brawijaya seperti Fakultas Ekonomi Bisinis (FEB), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Pertanian (FP).

Bagi Sasa dan Nisa, sebagai seorang yang berpendidikan, khususnya sarjana, jika ingin berhasil lebih baik tidak hanya mempunyai kemampuan akademis saja namun diperlukan soft skill untuk bersaing di dunia kerja. [Anata/Humas FISIP/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID