Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa HI FISIP UB Raih Prestasi dlm Kompetisi Debat HUN 2018

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafisip pada 27 Desember 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 158

Nanda Yudha Ikhwan Pradana, Fariz Rafi Maulana, Deibei Saphira yang berhasil membawa pulang piala dalam Kompetisi Debat Harmoni Untuk Negeri (HUN) 2018.
Nanda Yudha Ikhwan Pradana, Fariz Rafi Maulana, Deibei Saphira yang berhasil membawa pulang piala dalam Kompetisi Debat Harmoni Untuk Negeri (HUN) 2018.

Tiga mahasiswa program studi Hubungan Internasional angkatan 2017 menambah daftar catatan prestasi yang diraih oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya. Mereka adalah Nanda Yudha Ikhwan Pradana, Fariz Rafi Maulana, Deibei Saphira yang berhasil membawa pulang piala dalam Kompetisi Debat Harmoni Untuk Negeri (HUN) 2018.

Kompetisi debat ini merupakan salah satu rangkaian acara dari pesta kampus yang diadakan oleh Universitas Riau selamaempat hari (6/12-9/12/2018), bekerjasama dengan Pemprov Riau. Dengan essay yang berjudul “Antara Idealisme dan Hedonisme dalam Gerakan Mahasiswa pada Era Post-Modernisme: Sebuah Refleksi Pergerakan Mahasiswa”, Yudha dan kawan-kawan berhasil menjadi salah satu dari 12 tim yang berangkat menuju Riau.

“Kami mengangkat pergerakan mahasiswa di era post-modernisme. Karena saat ini sebagian besar mahasiswa bergeraknya untuk kemaslahatan masyarakat lewat gerakan yang lebih pragmatis,” ucap Yudha.

Ketika ditanya soal lawan, Yudha mengaku bahwa lawannya berasal dari universitas-universitas ternama di seluruh Indonesia. “Lawan debat kita ada yang dari IPB dan ITB. Tapi yang paling berat menurut saya dari Universitas Jambi, soalnya mereka lebih berpengalaman dari kita,” ujarnya.

Meskipun menjadi peserta dari angkatan termuda, Yudha dan kawan-kawan berhasil menjadi juara 2 dalam kompetisi itu. Mereka juga meraih best paper yang menambah torehan prestasi mereka untuk FISIP UB.

Waktu kompetisi yang berdekatan dengan Ujian Akhir Semester (UAS) tidak mengurangi niat mereka untuk berprestasi. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk kompetisi, tanpa mengganggu kewajiban sebagai seorang mahasiswa.

“Kemarin waktu pulang sebenarnya hari pertama UAS. Tapi untung mata kuliah hari pertama itu take home. Jadi aku ngerjain di pesawat, dan yang lain langsung ngerjain di bandara setelah turun pesawat,” ungkapnya.

Yudha juga mengatakan bahwa dalam mengikuti kompetisi, dia melakukan sistem rolling dengan teman-temannya yang belum pernah mengikuti kompetisi. 

“Jadi kalau ada kompetisi dalam bentuk tim, kita mengusahakan dalam tim itu ada mahasiswa yang sudah punya pengalaman, ada juga yang tidak. Tujuannya biar ada regenerasi dalam tim, dan mengajak teman yang yang lain untuk merasakan atmosfir kompetisi selama menjadi mahasiswa,” tutupnya. (01/Fariza/Humas FISIP/Humas UB)

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID