Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa Fapet UB Sumbang Emas pada MTQMN 2017

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dietodita pada 09 Agustus 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 265

Mahasiswa Fapet, Misbah Husolli, sumbang emas di MTQMN 2017
Mahasiswa Fapet, Misbah Husolli, sumbang emas di MTQMN 2017
Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB), Misbah Husolli menyumbangkan emas dalam ajang MTQMN 2017. Mahasiswa angkatan 2014 ini meraih juara pertama cabang Musabaqah Syahril Qur'an, yakni bidang musabaqah yang menafsirkan isi kandungan Al-Qur'an dengan cara menampilkan bacaan dan terjemahan menjadi satu kesatuan yang serasi. Misbah sebagai tilawah menggandeng Zahrotul Ummah (FK 2014) sebagai pensyarah dan Dinda H. (FMIPA 2016) sebagai sari tilawah.

Mereka berhasil melalui babak penyisihan yang dilaksanakan Minggu (31/07/2017) dengan mengangkat fenomena Indonesia sebagai negara majemuk, berdasarkan QS Al Hujarat : 13 dan QS Ar Rum : 22. Menurut kandungan kedua surat tersebut, Allah menciptakan langit dan bumi, manusia yang berbangsa-bangsa, bersuku-suku, berbeda bahasa, dan warna kulit agar saling mengenal. Karena pada dasarnya yang paling mulia disisi-Nya adalah yang paling bertaqwa.  Melalui syahril Qur'an ini mereka mengajak rakyat Indonesia khususnya mahasiswa agar tidak mudah dihasut dan termakan isu-isu mengenai perbedaan yang belakang ini santer diperdebatkan.

Tafsiran tersebut meloloskan tim Misbah melaju ke babak final, Rabu (02/08/2017). Kali ini mereka mengulas revolusi mental menurut Ir. Soekarno dan program nawa cita Jokowi yang dikaitkan dengan QS Ibrahim : 1 dan QS Al Anfal : 53. Ayat tersebut menjelaskan bahwa Al Quran dapat menyelamatkan umat manusia dari gelapnya dunia. Oleh karena itu pemimpin yang diberi amanah untuk memimpin hendaknya melaksanakan tugasnya berlandaskan Al Quran. Salah satunya dengan membangun pola pikir masyarakat untuk membentuk kepribadian yang berakhlaqul karimah guna menuju perubahan yang lebih baik.

Pada babak final mereka berhasil mengalahkan tim dari Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Malikussaleh Aceh, dan Universitas Negeri Jambi. Kemenangan ini menambah satu emas dari tiga yang telah diperoleh tim UB dan menempatkan UB di posisi kedua dalam ajang MTQMN 2017. [dta/Humas UB]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID