Mahasiswa Fapet Boyong Juara dalam Ajang LKTI HMPT Unitri 2018

Dikirim oleh dietodita pada 09 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 628

Mahasiswa Fapet Boyong Juara dalam Ajang  LKTI  HMPT  Unitri  2018
Mahasiswa Fapet Boyong Juara dalam Ajang LKTI HMPT Unitri 2018
Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) kembali mengharumkan nama Fakultas dan Universitas. Pasalnya mereka berhasil meraih juara pertama dan ketiga dalam lomba karya tulis yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Peternakan Universitas Tribhuwana Tungga Dewi (HMPT UNITRI) Malang. Kegiatan yang dilaksanakan Minggu, (01/04/2018) ini dalam rangka Dies Natalis HMPT UNITRI kelima.

Tim yang meraih juara pertama diprakarsai oleh Adrean Dwi Budianto (2016), Kelvin Yoken Sanjono (2016), Muh. Dahrul M (2016), Siti Khairiyah (2014), dan Siti Khairani (2014). Dibawah bimbingan Prof. Mochammad Junus mereka mengusung karya tulis berjudul "Peningkatan Mutu Peternakan dengan Teknologi Harvest Honey Directly  (H2D) sebagai Wujud Pembangunan Ekonomi Nasional".

H2D adalah sebuah alat untuk pemanenan madu dikandang lebah, tanpa adanya kontak langsung dengan lebah serta tanpa mengeluarkan frame dari kandang, yang dibantu sensor otomatis.

Selaku ketua tim, Kelvin Yoken memaparkan latar belakang pembuatan H2D yakni mahalnya alat ekstraktor yang beredar di pasaran. Serta dalam proses pemanenan masih memerlukan banyak orang untuk menanganinya, sehingga madu yang dihasilkan masih mengandung material-material lain dan rentan terhadap kontaminasi bakteri jahat.

Sementara itu juara ketiga adalah tim yang terdiri dari Aiski Rekasela (2017), M. Mas'ud Chabiburochman (2015), Nimas Sekar Febriani (2017), dan Noni Ashri Maghfiroh (2017). Mereka mengangkat judul "EGGYGUM : Bisnis Kreatif Pemanfaatan Cangkang Telur dan Kulit Pisang Kapok (Musa Paradisiaca L.) sebagai Produk Permen Karet Antiplaque untuk Mengembalikan Mineral Gigi."

Aiski Rekasela memaparkan dewasa ini semakin marak peredaran permen karet yang mengandung bleaching. Sehingga dapat merusak email gigi akibat adanya bahan asam dan pemutih, selain itu banyak masalah yang ditimbulkan oleh karies gigi pada anak-anak.

Menilik fenomena tersebut tim yang diasuh oleh Dr. Herly Evanuraini, menciptakan Eggygum, yakni sebuah permen karet antiplaque yang aman untuk anak-anak dengan memanfaatkan cangkang telur dan kulit pisang.

Wakil Dekan III Fapet UB, Dr. Osfar Sjofjan menyampaikan ajang seperti ini mampu mengasah dan mengembangkan kreativitas mahasiswa sehingga lebih aktif dalam mencetak prestasi.  Selain itu ia berharap agar mahasiswa dapat mengimplementasikan ide agar karyanya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. [iff/dta/Humas UB]

 

 

Artikel terkait