Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa FT Ciptakan Lemak Bubuk Kaya Karoten dari Kelapa Sawit

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 09 Juli 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 218

Tim Bersama Dosen Pembimbing Dr. Eng. Moch Agus Choiron, ST., MT
Tim Bersama Dosen Pembimbing Dr. Eng. Moch Agus Choiron, ST., MT
Berdasarkan data dari oil world tahun 2015, Indonesia merupakan penghasil sawit terbesar dunia dengan kontribusi sebesar 52.2%. Dengan jumlah lahan perkebunan yang sangat luas yaitu mecapai 10,9 juta Ha (Dijenbun, 2014). Luas perkebunan kelapa sawit tersebut menghasilkan 29.3 ton CPO (Crude Palm Oil).

Minyak sawit mentah banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan beberapa produk bidang pangan seperti shortening, margarin, dan pengganti lemak coklat (cocoa butter replacer). Beberapa penelitian pembuatan lemak bubuk telah dilakukan dengan menggunakan teknologi pendinginan semprot. Prinsip teknologi ini adalah pengabutan dan pendinginan partikel sehingga dapat menghasilkan bubuk yang bersifat padat pada suhu ruang.

Mengangkat judul CFD (Computational Fluid Dynamics) Granulasi Penggunaan Minyak Sawit Untuk Pembuatan Lemak Bubuk Kaya β-Karoten Melalui Proses Pendinginan Semprot, tiga mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) menyimulasikan teknik pendinginan itu.

NYAKSARAH
NYAKSARAH
Dibimbing Dr. Eng. Moch Agus Choiron, ST., MT., Ega Aprilia Sandy, Fitra Setiaji, dan Dewi Mariya Ulfa memvariasikan sudut serang dari blower pada software berbasis Finite Element Method (FEM ) untuk melihat model CFD masing-masing.

NYAKSARAH2
NYAKSARAH2
Hasil simulasi ini dapat menunjukkan sudut serang blower yang paling efektif menghasilkan granul minyak sawit. Data spesifik yang diperoleh lebih mengarah pada ketinggian mulai terjadinya granul serta luasan yang dihasilkan pada waktu tertentu.

"Dengan mengenali geometri alat produksi yang efektif, semoga hasil penelitian ini dapat digunakan dalam mengoptimalkan proses produksi lemak bubuk di Indonesia," harap salah satu anggota tim, Fitra.

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID