Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa FP UB Raih Medali Emas pada Ajang Kompetesi Internasional

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 17 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 499

Cindy Diah Ayu Fitriana (Agroekoteknologi 2015 jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan) dan Achmad Roekhan (Agroekoteknologi 2017)
Cindy Diah Ayu Fitriana (Agroekoteknologi 2015 jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan) dan Achmad Roekhan (Agroekoteknologi 2017)
Melalui pemberdayaan masyarakat di kawasan UB Forest, dua delegasi Fakultas Pertanian (FP) Universitas Brawijaya (UB) meraih mendapatkan medali emas dalam kategori The Most Impactfull Innovation dan Special Award dalam ajang International Young Innovators Summit (IYIS) 2018 - di Tokyo International Exchange Center, Jepang selama empat hari (8/10-11/10/2018).

Mereka adalah Cindy Diah Ayu Fitriana (Agroekoteknologi 2015 jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan) dan Achmad Roekhan (Agroekoteknologi 2017) yang berhasil membawa pulang medali emas dalam kompetisi internasional tersebut.

Inovasi yang dikompetisikan oleh tim FP dalam ajang IYIS 2018 ialah pemberdayaan masyarakat di Kawasan UB Forest dalam upaya mengurangi permasalahan kemiskinan Dunia yang berbasis kearifan lokal Indonesia. Judul yang diusung dalam kompetisi ini yaitu Omah Lestari : Empowerment of Village community in the area of Brawijaya University's Forest based on PANCASILA as a local wisdom to realize SDG's 2030.

Omah Lestari merupakan sebuah konsep rumah dengan memanfaatkan keanekaragaman serangga hutan sebagai kerajinan tangan dan budidaya lebah madu hutan. Budidaya lebah madu hutan Trigona sp di kawasan UB Forest berpotensi untuk melejitkan perekonomian desa. Hal ini dikarenakan, salah satu sumber nektar lebah Trigona sp ialah nektar bunga kopi yang ketersediannya berlimpah di kawasan UB Forest. Selain itu, keanekaragaman arthropoda  yang berlimpah di kawasan UB Forest membuka peluang usaha dalam menambah pemasukan masyarakat desa. Kerajinan tangan dengan memanfaatakan serangga hutan dari keluarga Coleoptera dan Heminoptera menjadi trend baru dalam pasar domestic maupun international. Sehingga, serangga terbaik akan dipilih dan diperbanyak untuk proses pinning serangga menjadi suatu kerajinan khas Indonesia yang mencerminkan kekayaan hayati yang tinggi.

Ajang International Young Innovators Summit (IYIS) 2018 ini diikuti 50 delegasi terpilih dari seluruh negara dengan perwakilan dari Indonesia sebanyak 11 delegasi. Mereka terdiri dari empat tim dari UB, dua tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), tiga tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB), satu dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan satu dari Universitas Indonesia (UI) serta 39 dari mahasiswa dari Negara lain. Sebanyak 50 delegasi terpilih  memperebutkan sepuluh  Gold medal pada lima kategori yang meliputi; The most impactful innovation, Best solution, Best Idea Innovation, Most creative innovation dan The most outstanding innovation.   [ZMA/Afwega/Humas UB].

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID