Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa FMIPA Ciptakan Sel Surya Berbahan Kulit Kopi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 02 Juni 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 937

Tim PKM UB Ciptakan Sel Surya Berbahan Kulit Kopi
Tim PKM UB Ciptakan Sel Surya Berbahan Kulit Kopi
Malang memiliki potensi produksi kopi yang cukup besar, sehingga dengan produksi kopi yang tinggi akan menimbulkan limbah kulit kopi yang sangat banyak. Kulit kopi ini memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai zat pewarna alami berupa antosianin dan counter electrode berupa karbon aktif. Berangkat dari hal tersebut, empat mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya meneliti manfaat kulit kopi pada sistem Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC).

Mereka menciptakan suatu terobosan baru mengenai sel surya dengan mengangkat sel surya jenis Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). Empat mahasiswa tersebut adalah Tomi Setiawan, Wahyu Yudhi Subekti, Siti Sumadyah Nuradyah (Kimia 2014), dan Khusnul Ilmiah (Kimia 2015).

Ketua Tim Tomi Setiawan menyampaikan, sel surya merupakan suatu perangkat yang mampu mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip fotovoltaik. "Pada era green technology dan krisis energy saat ini, sel surya terus dikembangkan dengan berbagai inovasi terbaru," kata Tomi.

Di bawah bimbingan dosen Dr. Sc. Siti Mariyah Ulfa, mereka melakukan penelitian dengan judul "Pemanfaatan Limbah Kulit Biji Kopi Robusta sebagai Natural Dye dan Counter Electrode pada Fabrikasi Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Menjadi Sumber Energi Alternatif Ramah Lingkungan".

Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 2 bulan, yaitu dilaksanakan pada tanggal 15 Maret - 10 Mei 2017 yang dilakukan di Laboratorium Kimia Organik, Universitas Brawijaya. Diceritakan Tomi, proses pembuatannya dimulai dengan ekstrasitas antosianin, pembuatan counter electrode dan yang terakhir fabrikasi prototype DSSC itu sendiri.

"Selama proses pengerjaan  penelitian ini sendiri tidak terdapat hambatan, penelitian ini didukung penuh oleh pihak FMIPA UB," ujarnya.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa prototype dari Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) yang dapat digunakan atau biasa disebut dengan penelitian dalam skala kecil dan masih dalam bentuk penelitian.

"Dengan adanya inovasi ini diharapkan pemanfataan limbah kulit kopi tidak hanya sebatas pada pembuatan pupuk organik dan pakan ternak saja, tetapi diharapkan masyarakat juga dapat meningkatkan daya jual kulit kopi," pungkas Diyah. [Kusnul/Irene/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID