Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa FMIPA Buat Arloji Pintar Pendeteksi Depresi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 22 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 555

Desain Arloji REACT
Desain Arloji REACT
Depresi merupakan masalah kesehatan mental yang perlu mendapat perhatian khusus. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 1980, hampir 20-30% dari pasien rumah sakit di negara berkembang mengalami depresi. Selain itu, hasil survei yang telah dilakukan oleh WHO pada tahun 1990,  penyakit depresi menduduki peringkat ke-4 sebagai penyakit yang menganggu aktivitas sosial. Bahkan, Depresi diperkirakan akan naik menduduki peringkat ke-2 pada tahun 2020. Hal ini disebabkan beban hidup yang semakin hari semakin kompleks, sedangkan penanganan depresi masih kurang efektif . Indonesia memilki angka prevalensi depresi cukup tinggi yakni 17-27%. Fakta ini diperparah oleh data yang didapatkan dari hasil survei Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (PDSKJ) bahwa 94% masyarakat Indonesia mengalami depresi dari mulai tingkat ringan, tingkat sedang dan tingkat paling berat.

Selama ini depresi oleh sebagian besar masyarakat umum kurang dapat dideteksi secara tepat. Sehingga saat seseorang disekitarnya mengalami depresi, mereka tidak dapat menangani dengan baik. Selain itu tingkat penanganan depresi oleh tenaga-tenaga kesehatan sangat kurang. Beberapa negara terutama di negara-negara berkembang hanya 10 % kasus depresi saja yang tertangani dengan baik. Apabila depresi tidak ditangani dengan baik, maka dikhawatirkan akan banyak menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Beberapa orang seringkali menggunakan beberapa jenis obatan-obatan untuk menangani depresi. Langkah tersebut merupakan langkah yang baik saat dosis yang digunakan sesuai.

Tim REACT
Tim REACT
Namun, obat-obat ini sering kali disalahgunakan. Sehingga berpotensi menimbulkan dampak yang buruk baik kepada kesehatan pengguna ataupun lingkungan sosial. Penyalahgunaan obat-obatan ini didorong oleh rasa menyerah akan depresi.

Oleh karena itu melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta ini ditawarkan suatu inovasi berupa REACT (Depression Watch) sebuah arloji pintar pendeteksi depresi berbasis denyut nadi. REACT merupakan suatu alat yang mampu mendeteksi depresi berdasarkan denyut nadi pengguna dan mampu membantu terapi depresi dengan gelombang alfa. Alasan utama pemilihan bentuk arloji sebagai media dalam menurunkan tingkat depresi dikarenakan kebanyakan orang mengklaim bahwa arloji merupakan benda yang dapat meningkatkan kepercayaan diri pemakai dan praktis.

REACT adalah suatu alat pendeteksi dan terapi depresi. Deteksi depresi dilakukan dengan memanfaatkan ukuran denyut nadi. Penyampaian hasil proses akan ditampilkan pada suatu layar pada arloji ini. Layar ini tidak hanya dapat menunjukkkan tingkat depresi penggunannya. Namun, layar ini juga sama seperti arloji lain yaitu untuk menampilkan waktu dan arloji ini mampu memberikan saran aktivitas yang perlu dilakukan untuk menangani depresi ini.

Pendeteksian denyut nadi dilakukan setiap empat jam sekali untuk hasil yang lebih akurat. Apabila arloji ini mendeteksi seseorang sedang mengalami depresi maka arloji ini akan mengirimkan pesan elektronik melalui bluetoooth ke arah earphone di telinga. Earphone ini  akan mengemisikan gelombang dengan frekuensi 8-12 Hz sesuai dengan gelombang otak alfa yang dalam kondisi tenang. Gelombang ini akan mendorong suasana otak yang sedang didominasi oleh gelombang beta otak yaitu 12-30 Hz menjadi gelombang alfa.

Pengubahan jenis gelombang otak ini mampu mendorong perbedaan jalur fisiologis. Ketika otak didominasi oleh gelombang alfa maka otak secara efektif menghasilkan serotonin dan noradrenalin untuk mengatur depresi.

Melalui inovasi teknologi tersebut Tiga Mahasiswa UB yang terdiri dari Mas Adam Lukman Chaubah (FMIPA), Frido Wahyu A. (FT), dan Ayu Biakhlaqir Rossa (FMIPA) dengan dosen pembimbing   Drs. Sofy Permana., M.Sc., D.Sc berhasil mendapat pendanaan dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2018 yang diselenggarkan oleh Ristekdikti. Program ini akan dilakukan selma 5 bulan dan mewujudkan arloji pintar yang mampu menangani depresi. [adam/Humas UB]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID