Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa Kedokteran Perkenalkan Program PANDU SERI di Gondang Legi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 25 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 1129

Tim Pandu Seri Saat Memberikan Pemaparan Kepada Warga Desa Ganjaran
Tim Pandu Seri Saat Memberikan Pemaparan Kepada Warga Desa Ganjaran
Kesehatan reproduksi secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit. Permasalahan yang masih menjadi perhatian dalam kesehatan reproduksi saat ini adalah pernikahan dini.

Menurut data Susenas tahun 2012, sebanyak 25% perempuan usia 20-24 tahun yang pernah kawin, menikah sebelum usia 18 tahun, dengan prevalensi tertinggi di daerah pedesaan.

Pernikahan usia anak menyebabkan kehamilan dan persalinan dini yang berhubungan dengan tingginya angka kematian karena tubuh anak perempuan belum sepenuhnya matang untuk melahirkan.

Selain itu, perempuan yang menikah di usia dini kurang mampu menegosiasikan hubungan seksual yang aman dengan pasangan mereka, sehingga risiko terjadinya penyakit infeksi menular seksual semakin meningkat.

Oleh karena itu, dengan bimbingan dari Linda Ratna Wati, S.ST, M.Kes, mahasiswa FK UB yang beranggotakan Dewi Pamekas (Kebidanan), Gheza Dearysma (Kebidanan), Maulidah Diah S. (Kebidanan), Dina Dwi P. (Ilmu Gizi), dan Ayu Shinta A. (Ilmu Gizi) merancang sebuah program bernama PANDU SERI, yaitu Program Konseling dan Edukasi Kesehatan Reproduksi yang diadakan di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Desa Ganjaran sendiri merupakan sebuah desa dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah, serta pendidikan masyarakat rata-rata SMP atau SMA.

Selain itu, sekitar 50% kepala keluarga di desa ini memiliki riwayat pernah menikah muda di usia kurang dari 20 tahun. Disamping itu, desa ini memiliki beberapa unit Pos Layanan Terpadu (Posyandu) yang rutin diadakan tiap bulan. Kerjasama dengan kader Posyandu diharapkan bisa mensukseskan program PANDU SERI.

Sebelum pelaksanaan program, tim PANDU SERI telah melakukan survei dan observasi. Dari hasil survei, didapatkan sebanyak 70% peserta pernah menikah muda, dan hanya 30% dari peserta yang mengetahui penyakit kanker serviks. Disamping itu, hanya sebagian kecil yang mengetahui tentang cara penularan, tanda gejala, dan cara pencegahannya.

PANDU SERI dilaksanakan melalui beberapa tahap mulai dari pencarian volunteer, pengenalan program dan koordinasi dengan kader, pendataan target peserta, pelaksanaan PANDU SERI, hingga monitoring dan evaluasi.

Keunggulan dari program ini adalah metode direct skill practice yaitu praktik langsung cara mendeteksi kanker payudara dan kanker serviks. Selanjutnya dilakukan metode peer assesment yaitu penilaian praktik skill yang dilakukan oleh ibu-ibu peserta satu sama lain dalam satu kelompok dengan didampingi oleh fasilitator. Materi tentang kesehatan reproduksi diakhiri dengan forum diskusi studi kasus seputar masalah kesehatan reproduksi. Tidak ketinggalan juga materi tentang gizi seimbang Wanita Usia Subur yang diakhiri dengan praktik pemilihan menu gizi seimbang.

PANDU SERI merupakan Program Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian masyarakat (PKM-M) yang lolos pendanaan dari Kementerian Ristek Dikti. Melalui program ini, tim berharap masyarakat dapat memahami tentang kesehatan reproduksi dan dapat menerapkannya pada diri sendiri maupun orang terdekatnya. Tim juga merencanakan pembentukan Posyandu Peduli Kesehatan Reproduksi di Posyandu tempat kegiatan ini berlangsung. Program PANDU SERI ini juga ditargetkan dapat menjadi sebuah program yang paten dan dapat dijadikan acuan bagi Posyandu lain sehingga dapat terus dilanjutkan hingga masa yang akan datang. [Gheza/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID