Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa FISIP UB Sabet Juara Duta Susu Nusantara 2018

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafisip pada 21 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 246

Khoirunnisa (Ilmu Komunikasi 2015) dan M. Syakirin Idris (Hubungan Internasional 2016)
Khoirunnisa (Ilmu Komunikasi 2015) dan M. Syakirin Idris (Hubungan Internasional 2016)
Alfred Nobel Zalukhu (Ilmu Pemerintahan 2017) dan Belinda Tsana Dewi (Sosiologi 2016)
Alfred Nobel Zalukhu (Ilmu Pemerintahan 2017) dan Belinda Tsana Dewi (Sosiologi 2016)

Duta Susu Nusantara 2018 telah terpilih. Bertempat di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) berhasil mendapatkan gelar tersebut. Berkat gagasan tentang Komunitas Susu Indonesia (KSI) yang dibuat oleh Khoirunnisa (Ilmu Komunikasi 2015) dan M. Syakirin Idris (Hubungan Internasional 2016), keduanya berhasil meraih gelar bergengsi tersebut.

Selain Khoirunnisa dan Syakir, dua mahasiswa FISIP yang lain juga mendapatkan penghargaan di acara tersebut. Mereka adalah Alfred Nobel Zalukhu (Ilmu Pemerintahan 2017) dan Belinda Tsana Dewi (Sosiologi 2016) yang menyabet gelar juara favorit.

Keempat juara tersebut bersama finalis lain akan mempelopori berdirinya Komunitas Susu Indonesia (KSI), yang merupakan gagasan dari pasangan Khoirunnisa dan Syakir. Komunitas tersebut akan dimulai dengan anggota dari para finalis Duta Susu Nusantara 2018. Program tersebut adalah gerakan  dari mahasiswa untuk berkontribusi dalam mengkampanyekan susu agar lebih diminati.

Program KSI ini tidak jauh berbeda dengan gagasan dari pasangan Alfred dan Belinda tentang cara meningkatkan konsumsi susu untuk masyarakat di Indonesia.

“Untuk meningkatkan konsumsi susu, kita waktu itu ada rencana bekerja sama dengan koperasi yang ada di Pujon. Kita juga berniat mmemberdayakan mayarakat yang ada di sana juga,”kata Belinda.

Kesepakatan dari seluruh finalis memutuskan bahwa KSI akan direalisasikan lebih dulu. Komunitas tersebut juga direncanakan dapat bekerja sama dengan pemerintah melalui Dinas Peternakan dan Koperasi. “Program tersebut rencananya tidak hanya untuk lingkungan UB atau kota saja, tapi harapannya dapat menjadi gerakan nasional,” kata Khoirunnisa.

Khoirunnisa juga berharap program yang akan dilaksanakan oleh komunitas tersebut, meskipun hanya akan dilakukan satu tahun sekali dapat menjadi program yang ikonik dan selalu ditunggu-tunggu.  (Lita/Humas FISIP/Humas UB)

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID