Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa FISIP Borong Juara Spelling Bee

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafisip pada 21 Februari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 693

Mahasiswa FISIP juara spelling bee
Mahasiswa FISIP juara spelling bee
Asian English Olympics (AEO) pada 8-12 Februari 2018 di Universitas Bina Nusantara (Binus) menjadi ajang panen kemenangan bagi Universitas Brawijaya (UB). Tidak tanggung-tanggung, kali ini UB berhasil mendapatkan gelar juara umum. Dua dari tiga medali salah satu cabang AEO, yaitu Spelling Bee berhasil diborong oleh mahasiswa FISIP UB. Mereka adalah Dyah Ayu Megantari Soesetyo Putri (HI 2016) sebagai peraih medali emas dan Rizqi Wisnu Mauludino (HI 2015) sebagai peraih medali perunggu.

Universitas Brawijaya merupakan institusi pertama dari Indonesia yang memenangkan kompetisi dengan 673 peserta ini sejak tahun 2012. Sebelumnya piala bergilir ini berhasil didapatkan oleh Universitas Petronas, Malaysia, pada tahun 2017.

Cabang Spelling Bee secara umum adalah tentang mengeja. Namun tidak hanya secara tulis atau lisan, terdapat game juga yang disisipkan ke dalam kompetisi tersebut. Pada babak final, peserta yang melakukan kesalahan sebanyak 3 kali akan langsung tereliminasi. Dalam kompetisi ini, Dyah dan Rizqi berhasil menyingkirkan puluhan peserta hingga dapat melaju ke babak final.

Dyah Ayu selaku pemenang AEO 2018, mengatakan mulai mengikuti kompetisi Spelling Bee pada saat masih duduk di bangku sekolah dasar. "Awal mulai dulu waktu masih SD tahun 2006, tapi mulai diseriusin tahun 2008," ujarnya saat diwawancara.

Mahasiswi yang pernah menyabet medali perak pada tahun 2015 dan 2017 ini mengaku suka membaca buku untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti kompetisi. Salah satu buku yang dibaca adalah Words of Wisdom milik Scott Remer. Menurutnya hal itu sangat membantu dalam mengetahui kosa kata baru. Seringnya membaca dan partisipasinya dalam kompetisi Spelling Bee sangat membantunya untuk mendapat medali emas untuk kali ini.

Sementara itu 2nd Runner Up, Rizqi, mengatakan sudah menyukai bidang Bahasa Inggris mulai dari kecil, dan mulai mengikuti kompetisi di bidang Bahasa Inggris saat SMA. Untung cabang Spelling Bee dia mulai mengikutinya pada tahun 2016 di e.COM yang diselenggarakan oleh Binus Internasional.

"Pikiranku ya campur aduk saat itu, karena tidak ada bayangan seperti apa lawan yang akan dihadapi. Sempat down juga karena kebanyakan dari mereka berasal dari negara yang menggunakan Bahasa Inggris dalam kesehariannya", ujar Rizqi.

Berasal dari organisasi yang sama, yaitu UKM FORMASI (Forum Mahasiswa Studi Bahasa Inggris), membuat Dyah dan Rizqi dapat saling membantu satu sama lain. Rizqi mengaku bahwa meskipun dia lebih senior, dia sering mendapatkan bantuan dari Dyah yang memiliki pengalaman lebih banyak. Biasanya mereka bermain lempar kata, serta belajar tentang kata serapan dari bahasa lain. Baik Dyah dan Rizki sama-sama mengatakan bahwa logika sangat diperlukan untuk memahami kosa kata yang baru mereka peroleh. Kemenangan ini tidak menjadikan Rizqi berhenti berkompetisi. "Sebenarya saya bukan termasuk orang yang cepat puas. Jadi meskipun saya sudah mendapatkan medali, saya masih ingin mengikuti kompetisi seperti ini untuk ke depannya", imbuh Rizki. [Lita/Humas FISIP/Humas UB]

 

 

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID