Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa FILKOM UB Juara IndonesiaNEXT 2018

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dinaoktavia pada 12 Maret 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 273

Ulya Pojok Kiri
Ulya Pojok Kiri
Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) Ulya Nuzulir Rohmah (2014) menjadi salah satu dari sepuluh peserta terbaik dalam ajang kompetisi Indonesia NEXT 2018 yang diselenggarakan di Samantha Krida UB (14/2/2019). Berkat raihan prestasinya tersebut, Ulya berhak atas sertifikat keahlian yang berlaku nasional dan internasional serta mengikuti short course di perguruan tinggi dan beberapa perusahaan ternama di Tokyo, Jepang pada awal April 2019 mendatang.

Indonesia NEXT adalah ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Telkomsel. Program ini terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan yang dirancang khusus untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia usaha digital. Rangkaian acara tersebut meliputi seminar inspirasi bagi para mahasiswa, pelatihan kompetensi, dan ditutup dengan program ujian sertifikasi tingkat nasional dan internasional.

Untuk bisa menjadi yang terbaik dalam program ini bukan hal yang mudah. Ulya mengatakan sebelumnya dia harus melewati beberapa seleksi dengan sekitar 17.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tahapan seleksi terdiri atas pelatihan dan pengujian kemampuan menggunakan aplikasi digital marketing, microsoft powerpoint dan desain photoshop.

Selain itu, peserta juga harus melalui ujian microsoft certification dan diuji kemampuan berkomunikasinya di depan publik melalui tahapan Q Panel dengan dewan juri yang berkompetensi di bidangnya.

Lima dewan juri tersebut adalah Vice President People Development Telkomsel Mardi FN Sinaga, Vice President Enterprise Mobile Product Marketing Telkomsel Arief Pradetya, POH VP Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin, CEO/Co-Founder Inspigo.id Tyo Guritno dan Praktisi Komunikasi Shahnaz Haque.

Dari berbagai tahapan seleksi yang berlangsung sejak Mei hingga Desember 2018 di delapan kota besar di Indonesia dipilih 32 peserta terbaik nasional.

Pada puncak acara di gedung Samantha Krida UB, Malang ditentukan sepuluh peserta mengikuti short course di Jepang dan 22 peserta mengikuti short course di Singapura.

Di sesi tanyajawab bersama PSIK FILKOM UB, Ulya berpesan untuk tidak melihat kompetisi dari segi penghargaan atau award saja. Cara pandang juga perlu diubah dengan melihat kompetisi sebagai sebuah peluang untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik dan memberi manfaat bagi lingkungan.

"Karena di dalam kompetisi kita akan bertemu banyak orang hebat dan itu bisa dijadikan motivasi diri sendiri untuk menjadi lebih baik. Lebih baik disini maksudnya tidak hanya untuk diri sendiri atau instansi tertentu, tapi untuk masyarakat luas. Jadikan kompetisi itu sebagai alat untuk bisa memberi manfaat bagi orang di sekitar kita," ujar Ulya. [dna/Humas UB]

 

 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID