Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa FIB UB Raih Prestasi pada Ajang The 2019 Asian English Olympic

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafib pada 26 April 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 567

Debora (tengah) Dan Calvin Satria Tama (kanan)
Debora (tengah) Dan Calvin Satria Tama (kanan)
Dua mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) berhasil meraih prestasi dalam lingkup Asia. Mereka adalah Calvin Satria Tama dan Debora Karen. Walaupun terbilang muda, keduanya merupakan mahasiswa angkatan 2018, akan tetapi sudah berhasil menjuarai berbagai macam lomba.

Beberapa prestasi yang pernah diraih oleh mereka berdua diantaranya adalah pernah menjuarai lomba dalam bidang Storytelling dan Speech yang diadakan di Universitas Brawijaya, serta yang terbaru adalah Asian English Olympic (AEO) yang diadakan di Universitas BINUS Jakarta. Perlu diketahui bahwa AEO ini diikuti oleh peserta dari 7 negara, yaitu Indonesia, Korea Selatan, Bangladesh, Kyrgyzstan, Filipina, Malaysia, Makau, dan Vietnam, dengan beberapa cabang lomba diantaranya Storytelling, Debate, Speech, Spelling Bee, Radio Drama dan Newscasting .

Pada perlombaan tersebut, Calvin mengikuti kontes Storytelling dan berhasil meraih prestasi dalam kategori best prepared story. Lain lagi dengan Debora. Gadis ini berperan aktif dalam kompetisi Radio Drama dan bersama timnya berhasil meraih juara 1.

Dalam sebuah sesi wawancara, kedua mahasiswa tersebut membagikan pengalaman yang mereka lalui pada saat mengikuti kompetensi tersebut. Debora menyampaikan, ada beberapa aspek penilaian oleh juri seperti manner, yaitu sikap peserta saat mengikuti perlombaan; matter, yaitu isi materi; dan method, yaitu metode yang digunakan dalam perlombaan.

Calvin juga mengungkapkan dalam perlombaan yang diikutinya. Kendala yang dihadapinya adalah bagaimana mengaitkan antara tema dan cerita, mengingat semua itu juga bergantung pada selera peserta masing-masing. Kendala lain yang dihadapi oleh kedua mahasiswa tersebut adalah jadwal yang bertabrakan, sehingga mereka harus pandai-pandai dalam mengatur jadwal dan waktu, terutama yang menyangkut akademik.

Walaupun demikian, ada juga manfaat yang didapatkan dari mengikuti kompetisi semacam ini, seperti yang diungkapkan oleh keduanya, yaitu membangun relasi, mengembangkan style baru dalam berkompetisi, menjajaki kemampuan diri sendiri, dan tentu saja bertambahnya pengalaman. (PS.SIng/DT/PSIK FIB/Humas UB)

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID