Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa Asing Dibutuhkan untuk Tingkatkan Peringkat PT

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh siti-rahma pada 10 Agustus 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 887

Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE.,Ph.D. dalam workshop pembinaan dosen dan mahasiswa asing
Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE.,Ph.D. dalam workshop pembinaan dosen dan mahasiswa asing
Ketua Tim World Class University Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE.,Ph.D. mengatakan jumlah mahasiswa asing maupun dosen asing adalah aspek yang bisa dikontrol untuk menaikkan peringkat internasional. Hal ini disampaikannya pada Workshop Pembinaan Dosen dan Mahasiswa Asing di Perguruan Tinggi di lantai 8 gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Jumat (3/8/2018).

Dijelaskan Hermawan, Pemeringkatan QS World University Rankings memiliki enam kriteria yakni Reputasi Akademik, Reputasi Employee, Rasio Mahasiswa, Sitasi per Fakultas, Internasionalisasi Fakultas, Internasionalisasi Mahasiswa. Dari keenam kriteria ini, empat kriteria terakhir bisa dikontrol oleh pihak universitas untuk meningkatkan hasil pemeringkatan.

Hermawan mengatakan Universiti Kebangsaan Malaysia yang saat ini bertengger di peringkat 184 versi QS WUR memiliki nilai yang tinggi di empat kriteria terakhir. Sedangkan nilai untuk dua kriteria sebelumnya tidak jauh beda dengan PTN-PTN Unggulan di Indonesia tapi peringkatnya sangat jauh.

Salah satu strategi yang digunakan oleh UKM adalah dengan mendatangkan mahasiswa dan dosen asing ke negerinya. Bahkan dikatakannya, Malaysia juga sudah berani membuka ijin bagi Perguruan Tinggi untuk beroperasi di negaranya. Tapi untuk sampai pada tahap membuka ijin PT asing masuk tentu harus disiapkan kualitas PT dalam negeri yang siap bersaing.

Menurut Hermawan, keuntungan mendatangkan mahasiswa dan dosen asing untuk kuliah atau mengajar di kampus kita adalah cara yang lebih hemat untuk menciptakan atmosfer internasional di dalam negeri. Mahasiswa yang berinteraksi dengan mahasiswa asing bisa merasakan atmosfer kompetisi internasional tanpa harus ke luar negeri. "Karena kita ingin anak-anak kita tidak gugup dengan tantangan internasional, tidak minder," kata dia. [siti-rahma/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID