Prasetya Online

>

Berita UB

Maba Teknik Industri Diminta Bersaing Kejar Prestasi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 20 Agustus 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 430

Peserta PK2MABA Sedang Mendengarkan Materi
Peserta PK2MABA Sedang Mendengarkan Materi
Mahasiswa Baru (MABA) Teknik Industri Universitas Brawijaya (TI-UB) tahun akademik 2018/2019 diminta untuk menorehkan prestasi terdepan di rumah mereka yang baru, kampus TI-UB. Ditargetkan mereka bisa menjadi juara pertama di berbagai kompetisi nasional maupun internasional.

“Prestasi yang saya maksud disini adalah juara pertama, bukan juara kedua dan seterusnya. Bukannya juara kedua itu jelek, tetapi kita harus berusaha menjadi yang terbaik. Insyaallah kita bisa,” kata Ketua Jurusan TI-UB Oyong Novareza, ST., MT., Ph.D pada acara Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) maba, Kamis, 16 Agustus 2018.

Oleh karena itu, jelas Oyong, PK2MABA tahun ini mengambil tema Solid, Berkarakter, dan Berprestasi. Harapannya MABA tidak mudah tercerai-beraikan, berkarakter kuat layaknya mahasiswa teknik, dan dikenal karena prestasinya.

Tahun ini TI-UB menerima sekitar 150 MABA dengan tingkat persaingan yang ketat 1:39. Tidak berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya, TI-UB memiliki modal input yang bagus untuk mengejar target prestasi di berbagai kompetisi.

“Yang jadi juara jangan mahasiswa yang itu-itu saja. Semua memilki peluang yang sama dan harus termotivasi,” pintanya.

Sementara itu, kegiatan PK2MABA di jurusan TI-UB berlangsung cukup padat. Datang sejak pukul 6 pagi dan dijadwalkan PK2MABA di tingkat jurusan akan selesai pukul 15.00 siang. Pada kesempatan ini mereka dikenalkan dengan para dosen dan karyawan di TI-UB.

Selain itu, mereka akan menerima materi dari dosen tentang kesehatan & keselamatan kerja (K3) oleh Wisnu Wijayanto P., ST., M.Eng., kurikulum oleh Ratih Ardia Sari, ST., MT., disiplin dan etika oleh Raditya Ardianwiliandri, ST., MMT., dan problematika perkuliahan oleh Angga Akbar Fanani, ST., MT.

“Kesehatan dan keselamatan kerja adalah prosedur yang sangat penting untuk pengenalan mahasiswa di lingkungan yang baru,”kata salah satu dosen pemateri, Wisnu.

Kegiatan ditutup dengan mentoring pemberian materi tambahan mengenai etika menurut agama masing-masing oleh panitia himpunan mahasiswa HMTI. (and/Humas UB)

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID