Prasetya Online

>

Berita UB

MSIPPRO Sabet Juara 1 Ajang Internasional

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 16 Mei 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 503

Presentasi MSIPPRO di UTM, Malaysia
Presentasi MSIPPRO di UTM, Malaysia
Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) yang terdiri dari Annurfitri Febrianti, Zahrotul Firdaus, dan Muhammad Awaludin berhasil menyabet 1st Place kategori waste water treatment di ajang The International Biotechnology Competition and Exhibition (IBCEx) 2019  yang diselenggarakan oleh Bioprocess Engineering Students Society from Faculty of Chemical and Energy Engineering (FCEE)  dan diikuti 114 peserta dari berbagai negara yang bertempat di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada (5-6/04/2019).

Alat yang bernama MSIPPRO (Monitoring System with Integrated  Parameter Program) ini berguna untuk mengukur kualitas air dengan menggunakan dua parameter yakni  Ph dan suhu untuk mencegah penyakit WFD  (White Faeces Diseases) atau penyakit kotoran putih. Penyakit WFD ini menyebabkan nafsu makan udang menurun, plankton drop dan pakan banyak tersisa. Lalu terlihat kotoran putih mengambang di petakan tambak budidaya. Kualitas air yang buruk akan memicu WFD, MSIPPRO merupakan solusi dalam membantu pencegahan penyakit WFD pada tambak tersebu.

MSIPPRO terdiri dari aplikasi yang terkoneksi dengan smartphone pemilik yang disertai dengan sensor,turbin, dan pompa air yang diletakkan dikolam tambak. Cara kerja MSIPPRO melalui sensor dan akan terhubung pada aplikasi smartphone yang berfungsi merecord perubahan Ph dan suhu berupa grafik dan angka secara real time per detik,sehingga fluktuasi kualitas air perdetik dapat terdeteksi melalui notifikasi aplikasi yang selanjutnya dilakukan penanganan oleh pemilik tambak.

"MSIPPRO dapat diterapkan pada semua jenis tambak tergantung setting pengkodingan sensor yang berbeda. Pada umumnya menggunakan nilai optimum  sekitar 28-30˚C. Perawatannya setiap 3 hari sekali sensor harus dikalibrasi dan dibersihkan" jelas Fitti.

MSIPPRO telah memiliki draft paten dan lolos inovasi PKM Dikti hingga ke ajang PIMNAS 2018. Dibawah bimbingan Muhammad Fakhri, S.Pi., M.P. selaku dosen  Biokimia Budidaya Perairan FPIK UB ini, MSIPPRO juga telah melalui serangkaian riset dan penerapan pada tambak udang vaname Desa Wedoro, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. Kedepan Fitti dan tim merencakan komersialisasi produk MSIPPRO dengan dana investor dan  juga dengan mengikuti program BIW (Badan Inkubator Wirausaha). (Vida/Vika)

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID