Prasetya Online

>

Berita UB

MOU UB-BRG Untuk Restorasi Lahan Gambut

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 19 September 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 173

Rektor UB dan Ketua BRG saat Penandatanganan MOU
Rektor UB dan Ketua BRG saat Penandatanganan MOU
Lahan gambut merupakan lahan marginal untuk pertanian. Dikarenakan tingkat kesuburan rendah, tingkat pH yang sangat masam dan drainase yang tidak memadai, lahan gambut tidak banyak digunakan untuk lahan pertanian. Namun dewasa ini, lahan gambut sudah mulai digunakan untuk  pertanian. Pengembangan ini mengakibatkan banyaknya kebakaran lahan gambut di sebagian wilayah di Indonesia.

Untuk membantu mengatasi kebakaran hutan lahan gambut, Universitas Brawijaya menggandeng Badan Restorasi Gambut dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Dekanat Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Senin (18/09/2017).

Dalam sambutannya, Rektor UB, Prof.Dr.Ir, M.Bisri, MS menganggap penting restorasi gambut.

"Lahan gambut bermanfaat bagi UB sebagai laboratorium lapang. Sehingga bisa berkontribusi sebagai disiplin ilmu untuk penelitian dan mahasiswa,"katanya.

Rektor juga menambahkan peranan UB dapat membantu mewakili pemerintah dalam restorasi gambut.

"Sesuai dengan cita-cita Presiden yang ingin mewujudkan 2 juta hektar lahan gambut. Targetnya adalah pemulihan lahan gambut yang basah bisa untuk mencegah kebakaran hutan. Dengan investasi, biaya produksi yang efisien serta pembentukan pasar, dapat didukung oleh UB sehingga lahan gambut bisa melindungi masyarakat dalam berbagai bentuk,"kataNazir menambahkan.[vicky/Humas UB]

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID