Prasetya Online

>

Berita UB

MILEA, Kombinasi Teh Susu dan Mangrove untuk Teh Herbal

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 19 Juni 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 286

MILEA, Mangrove Milk Tea
MILEA, Mangrove Milk Tea
Penggunaan zat tambahan pangan pada minuman secara berlebih dan dalam jangka waktu panjang memiliki resiko menggangu kesehatan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration(FDA) bahkan  mengakui bahwa penggunaan perisa dan pemanis buatan hanya akan aman apabila dikonsumsi dalam takaran yang sesuai. Hal tersebut menyebabkan konsumen merasa khawatir dan ingin mencari produk minuman yang lebih menyehatkan.

Berangkat dari hal itu, lima mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) dengan bimbingan dosen Mochammad Fattah, S.Pi., M.Si mencoba mencari terobosan baru untuk mengatasi persoalan tersebut. Mereka adalah tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang beranggotakan Warzukni Fahma, Fatih Rukmana Sari, Inggrid Belanurjanah Sulaiman, Galationo Vianus Santo dan Jessica Della Gracia Bangun.

Diskusi dan riset yang dipimpin oleh Warzukni Fahma selaku ketua tim, menghasilkan inovasi yang memanfaatkan daun tanaman mangrove (Acanthus Ilicfoilous) menjadi teh herbal yang sehat. "Daripada tanaman mangrove ditebang untuk kayu bakar, lebih baik kita  jadikan teh saja," ucap Warzukni. Berdasarkan kajian literatur ternyata tanaman mangrove (Acanthus Ilicfoilous) banyak mengandung senyawa seperti saponin, polifenol, flavonoid, alkaloid, dan asam amino. Sehingga tanaman ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti rematik, radang, flu juga sariawan, bahkan kandungan anti-oksidan tinggi dalam tanaman ini dapat mencegah berkembangnya sel kanker serta menyehatkan organ dalam tubuh terutama hati.

Untuk meningkatkan khasiat dari teh mangrove ditambahkan rempah-rempah sebagai pengawet alami serta susu kedelai sebagai penyeimbang rasa yang pada akhirnya tercipta produk minuman teh sehat yang mereka beri nama MILEA (Mangrove And Milk Tea). Galatio menjelaskan, bahwa dalam pembuatan MILEA, setelah semua bahan diseduh dan dicampurkan, kemudian dilakukan proses pengawetan dengan menggunakan metode "kejut listrik" untuk membunuh mikroba yang mungkin masih bertahan, sehingga MILEA akan lebih tahan lama dan menyehatkan tanpa adanya zat pengawet kimia tambahan. "dibanding produk minuman lainnya, kami lebih memilih menggunakan bahan yang alami daripada yang buatan, sebab tujuan kami adalah untuk memberikan pilihan minuman herbal yang baik bagi kesehatan masyarakat bahkan dapat mengobati penyakit," ucap Galatio.

Jessica menambahkan, MILEA telah melakukan pengujian nilai gizi di Laboratorium Gizi UNAIR dan terbukti bahwa MILEA memiliki kandungan anti-oksidan terutama flavonoid yang tinggi. " MILEA akan hadir dalam 2 bentuk cair siap minum yang dikemas dengan botol berisi 320ml dan bentuk kering siap seduh yang dikemas dengan berat bersih 60 gram " pungkas Jessica.

Tidak hanya memanfaatkan tanaman mangrove, melalui program ini kelimanya mengharapkan dapat membantu kegiatan konservasi tanaman mangrove di daerah pesisir. " 5% dari omset usaha akan di alihkan untuk konservasi mangrove daerah pesisir, sebab hal itu juga menjadi tujuan dari program ini," pungkas Inggrid. [vicky/milea]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID