Prasetya Online

>

Berita UB

Lokakarya Pengembangan Outcome-Based Assessment di FTP

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaftp pada 16 Maret 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 474

Lokakarya Pengembangan Outcome-Based Assessment di FTP
Lokakarya Pengembangan Outcome-Based Assessment di FTP
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya menyelenggarakan lokakarya tentang ‘Pengembangan Outcome-Based Assessment’ , Rabu (13/03/2019).

Menghadirkan narasumber Dr. Tjokorde Walmiki dari Fakultas Teknik Industri, ITB, acara ini dihadiri oleh Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Program Studi, Ketua Laboratorium serta para Wakil Dekan I di lingkungan Universitas Brawijaya.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan I FTP, Dr. Agustin Krisna Wardani mengatakan bahwa tujuan lokakarya ini adalah mensosialisasikan asesmen berbasis luaran (Outcome-based assessment) yang merupakan kunci penting dalam pelaksanaan Outcome-Based Education (OBE).

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan program bidang akademik yang rutin dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas proses belajar dan mengajar di FTP.

Apalagi FTP berkeinginan untuk mengajukan akreditasi internasional untuk PS yang belum terakreditasi internasional dalam waktu dekat. Sebagaimana diketahui bahwa FTP telah memiliki satu PS terakreditasi internasional yaitu PS S1 Ilmu dan Teknologi Pangan terakreditasi internasional oleh IFT- USA sejak 2012,  dua PS lainnya yaitu PS S1 Teknologi Industri Pertanian dan  PS S1 Keteknikan Pertanian yang tersertifikasi regional oleh AUN QA.

Sementara itu Dr. Tjokorde Walmiki dalam materinya menyatakan bahwa ada tiga elemen yang saling berkaitan dalam OBE yaitu adanya Teaching Learning Activity (TLA), Assessment, dan Learning Outcome.  Ketiga elemen tersebut harus selalu hadir dalam OBE untuk pencapaian kompetensi mahasiswa yang diinginkan.

Lebihlanjut disampaikan bahwa OBE lebih fokus menggali apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk pencapaian kompetensi (LO) dibanding apa yang akan disampaikan oleh pengajar ke mahasiswa. Dalam hal ini, muara dari keseluruhan proses pembelajaran yang berlangsung adalah mahasiswa.

Sehingga pengajar bukan lagi sebagai penceramah namun lebih kepada perancang pengalaman belajar.  Selain itu disampaikan pula beberapa keunggulan OBE adalah kurikulum lebih terarah dan koheren, proses pembelajaran yang lebih baik, profil kompetensi lulusan lebih relevan dengan kebutuhan para pemanfaat lulusan, peningkatan efektivitas dan akuntabilitas lembaga penyelenggara pembelajaran, serta peningkatan mutu berkesinambungan.

Asesmen yang memiliki peran penting dalam OBE wajib dilakukan untuk melihat efektivitas transfer materi pembelajaran serta melihat pencapaian kompetensi mahasiswa. Asesmen berlangsung di dua tingkat yaitu tingkat prodi dan mata kuliah. Perangkat asesmen antara lain berupa penyusunan portofolio mata kuliah dan rubrik penilaian.  Hal terpenting dalam asesmen adalah hasil asesmen ini harus dimanfaatkan untuk perbaikan proses pembelajaran sehingga luaran pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.

Selanjutnya WD I menyatakan bahwa harapan FTP, dengan adanya lokakarya ini prodi dan dosen memiliki komitmen untuk menjalankan asesmen yang benar sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap mahasiswa sehingga dihasilkan lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional.  Mudah-mudahan hal ini akan menular dan dijalankan juga oleh fakultas lain di lingkungan Universitas Brawijaya. Acara lokakarya akan dilanjutkan pada tahap kedua dengan mendatangkan narasumber Dr. Berlian Kushari dari Universitas Islam Indonesia tanggal 18 Maret 2019 mendatang. (akw/dse)

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID