Prasetya Online

>

Berita UB

Lobster Bisa Sukses Bertelur Dengan Aquatech

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 17 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 494

Hendra Bersama Sejumlah Penghargaan yang Diterimanya
Hendra Bersama Sejumlah Penghargaan yang Diterimanya
Aqua Culture Control System
atau Aquatech merupakan inovasi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) yang bisa membantu lobster menetaskan telur dengan tingkat keberhasilan mencapai 80 persen.

Dibantu  dua temannya, Ibrahim Hasan (FT) dan Vian Dedi (Alumni UB), Hendra mengaku merasa tergugah untuk membantu lobster bereproduksi. Dikatakannya bahwa saat ini keberhasilan lobster bereproduksi di alam hanya mencapai 25 persen. Salah satu yang menyebabkan gagalnya reproduksi adalah semakin rusaknya terumbu karang, yang menjadi tempat reproduksi bagi lobster.

"Di Jawa Timur ada sekitar 70 persen terumbu karang yang rusak,"kata Hendra.

Oleh karena itu, dia berinisiatif membuat tempat reproduksi atau penetasan telur lobster dengan menggunakan kolam buatan.

Dikatakannya ada tiga ukuran kolam yang digunakan untuk tempat reproduksi lobster, yaitu 2x1 meter; 3x2meter; dan 4x4 meter. Kolam-kolam tersebut dilengkapi dengan alat, seperti pengontrol kualitas air.

Air yang sudah diisi ke dalam Aquatech akan dikontrol kualitasnya. Setelah kualitas air dirasa bagus, maka akan dimasukkan lobster jantan dan betina. Lobster jantan dan betina tersebut akan dibiarkan beberapa hari hingga bertelur. Setelah telur menetas maka akan dilakukan pembesaran. Pada saat besaran lobster dirasa cukup, maka akan dilakukan pemanenan.

Hendra menambahkan , selama ini banyak nelayan yang mengalami penurunan terhadap hasil tangkapan karena besarnya tingkat kegagalan lobster dalam bereproduksi.

"Kami sengaja membuat Aquatech agar bisa digunakan oleh para nelayan. Saat ini sudah ada enam Aquatech yang telah kami distribusikan secara gratis kepada nelayan yang ada di daerah Malang Selatan, Jember, dan Situbondo. Selama setahun menggunakan Aquatech, nelayan-nelayan tersebut mengaku sukses menetaskan telur lobster dengan tingkat keberhasilan mencapai 80 persen,"kata Hendra.

Aquatech saat ini sedang dalam proses pendaftaraan patent di LPPM UB. Meskipun begitu, Hendra menegaskan tidak akan menjual Aquatech. Dia akan memberikan teknologi gratis tersebut kepada para nelayan yang membutuhkan.

"Kami menggunakan sistem bagi hasil dengan nelayan, yaitu keuntungan 60 % untuk nelayan, 30 % untuk perusahaan kami, dan 10 % untuk konservasi alam,"kata Hendra.

Kedepan, Hendra berharap bisa membangun badan usaha bekerjasama dengan para nelayan yang tergabung dalam Pokmawas Jatim.

Aqautech menjadi juara pertama untuk kategori non digital dan juara dua best of the best Program Wirausaha Muda Mandiri.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Graha Widya Wisuda IPB Dramaga, Bogor, Sabtu (11/3/2017). [Oky Dian/Humas UB]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID