Prasetya Online

>

Berita UB

Lampaui Batas, Bentuk Peningkatan Jati Diri dengan Berbagi Bersama

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 26 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 244

Kementrian Sosial Masyarakat Eksekutif Mahasiswa UB Mengadakan Kegiatan Sosial Lampaui Batas
Kementrian Sosial Masyarakat Eksekutif Mahasiswa UB Mengadakan Kegiatan Sosial Lampaui Batas
Kementerian Sosial Masyarakat Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya (UB) mengadakan pogram kegiatan bernama Lampaui Batas. Social Project guna meningkatkan kapasitas diri dari para mahasiswa ini bertujuan meningkatkan jati diri mahasiswa agar lebih peduli terhadap sesama.

Izza Zulfa, selaku Koordinator acara mengatakan Lampaui Batas diadakan dalam memperingati hari kesehatan yang jatuh pada 12 November 2018 lalu, namun dikemas berbeda dengan mengaitkan mental illness pada program tersebut.

"Saat ini orang seumuran kita atau semakin menuju dewasa. Banyak masalah saat mencari jati diri atau tujuan hidup. Masih terombang ambing. Di sosial media pun banyak yang menangkat isu ini, misalnya stres, depresi dan lain sebagainya," jelasnya.

Acara Lampaui Batas sendiri bertempat di  Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) pada Minggu (18/11/2018). Dijelaskannya, tujuan diadakannya acara tersebut adalah agar masyarakat, khususnya mahasiswa menyadari bahwa semua orang mempunyai masalahnya masing-masing yang nantinya akan dilihat respon terhadap masalah tersebut.

"Bermain bersama adik-adik YPAC membuat kita sadar bahwa bahagia itu sangat sederhana. kita juga bisa termotivasi dengan segala keterbatasan yang mereka punya. Selain itu, kita jadi lebih mengerti arti dari senyuman dan semangat itu seperti apa," tambah Izza.

Menurutnya, yang didapat dari acara tersebut adalah memahami cara komunikasi yang baik dengan anak berkebutuhan khusus. Ia pun berpesan agar teman-teman di YPAC terus menginspirasi dan mengajari semua orang agar selalu semangat menjalani hidup.

"Harapan kami untuk masyarakat Indonesia adalah menjadi manusia itu tidak hanya diukur dari kekayaan dan kekuasaan tapi arti menjadi manusia itu bagaimana kita memberi manfaat untuk sesama," tutupnya. [Afwega/Humas UB]

 

 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID