Prasetya Online

>

Berita UB

LSIH UB terpilih mendapatkan Dana Bantuan Pengembangan Mutu Laboratorium Sains pada Perguruan Tinggi Tahun 2011

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 20 Juli 2011 | Komentar : 0 | Dilihat : 5863

Assesment ISO:17025 oleh Komite Akreditasi Nasional
Assesment ISO:17025 oleh Komite Akreditasi Nasional
Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya (UB) terpilih bersama dengan laboratorium lain yaitu SEAFAST Center IPB, Pusat Studi Biofarmaka LPPM IPB, Laboratorium Teknik Metalurgi UI, Lab. Kimia Unair, dan Laboratorium Farmasi Universitas Pancasila Jakarta memperoleh Dana Bantuan laboratorium untuk mendapatkan SERTIFIKASI ISO:17025 dari KAN (Komite Akreditasi National). Rabu (13/7), Direktur LSIH UB mewakili Rektor pada penandatanganan penerimaan bantuan Pengembangan Mutu Laboratorium Sains pada PT tahun 2011 di Gedung D Dikti Kemdiknas, Jl Sudirman, Jakarta.

LSIH UB telah melakukan pendaftaran sertifikasi ISO:17025 ke KAN pada 18 Oktober 2010, setelah melalui audit kecukupan Panduan Mutu laboratorium, KAN menyatakan bahwa LSIH cukup sesuai untuk selanjutnya dilakukan asesmen lapangan oleh asesor yang ditunjuk KAN. Pada tanggal 14-15 Juli 2011 di LSIH UB telah berlangsung assesment ISO:17025 oleh dua orang asesor dari KAN yaitu Drs. Tahid, M.Sc. sebagai asesor kepala, dan Dra. Sutanti Siti Namtini, Ph.D. sebagai anggota tim (tenaga ahli). Acara ini dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito sebagai wujud komitmen pimpinan tertinggi UB.

Berdasarkan Restra DIKTI terbaru diharapkan jumlah laboratorium Sains yang mempunyai Sertifikat ISO 17025 semakin meningkat. Sejak Februari 2011, Dikti mengirimkan surat edaran ke Rektor berbagai PTN/PTS untuk turut mengajukan seleksi pendanaan tersebut di atas. Laboartorium Sentral ilmu Hayati UB ikut mendaftarkan untuk memperoleh dana bantuan tersebut. Seleksi berbasis pada dokumen-dokumen ISO17025 meliputi dokumen level 1 sd 4 beserta rekaman pengujian, daftar induk dokumen yang dimiliki lab, ruang lingkup akriditasi yang akan diajukan dan metoda yang digukanan, daftar perlatan yang dimiliki untuk mendukung ruang lingkup beserta status kaliberasinya, daftar bahan acuan (CRM/SRM) yang dimiliki untuk yang dimiliki untuk ruang lingkup yang diajukan, rekaman hasil uji profisiensi yang pernah diikuti, serta rekaman kualifikasi beserta pelatihan yang pernah diikuti.[fat/ai]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID