Prasetya Online

>

Berita UB

LP3M-UB bertandang ke Dewan Pendidikan WUR, Belanda

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh siti-rahma pada 28 Januari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 515

dari ki-ka : Mrs. Bernadette Dijkstra; Uma Khumairoh, SP, MSc; Prof.Arnold Bregt; Eko Nugroho,S.Pt,M.Sc
dari ki-ka : Mrs. Bernadette Dijkstra; Uma Khumairoh, SP, MSc; Prof.Arnold Bregt; Eko Nugroho,S.Pt,M.Sc
LP3M UB (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Universitas Brawijaya) bertandang ke Wageningen University and Research (WUR) Belanda, Jum'at (18/1/2019). Kunjungan diwakili Ketua LP3M UB yaitu Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D. dan Sekretaris LP3M UB yaitu Ir. Didik Suprayogo, M.Sc., Ph.D. yang didampingi staf Dosen UB yang sedang mengambil Program Doktor yaitu Eko Nugroho,S.Pt,M.Sc (Fakultas Peternakan) dan Uma Khumairoh, SP, MSc. (Fakultas Pertanian). Rombongan diterima Prof.Arnold Bregt (The Dean of Education), dan spesialis dibidang Jaminan Mutu Pendidikan Mrs. Bernadette Dijkstra.

WUR saat ini menempati urutan 125 perguruan tinggi terbaik dunia versi QS World Ranking. Jumlah mahasiswa yang dikelola 13.361mahasiswa

WUR adalah perguruan tinggi negeri di Belanda yang unik karena mengabungkan dua lembaga pendidikan dan penelitian dalam satu institusi. Institusi ini dibagi menjadi lima group pendidikan dan penelitian yang digabung yaitu group (1) tanaman (gabungan pengembangan ilmu dan penelitian tanaman), (2) hewan (gabungan pengembangan ilmu hewan dan penelitian ternak, penelitian biovertenary dan penelitian marine)  (3) agroteknologi dan pangan (gabungan pengembangan ilmu agroekoteknologi dan pangan dengan penelitian penelitian berbasis bio- dan pangan), (4) lingkungan (gabungan pengembangan ilmu lingkungan dan penelitian lingkungan), dan (5) sosial (gabungan pengembangan ilmu social, penelitian ekonomi dan pusat pengembangan inovasi). Penggabungan ini membawa kita  kepada kebijakan pemerintah yang menggabungkan antara pendidikan tinggi dan kementerian penelitian dan teknologi, yang saat ini menjadi Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Kebijakan ini sayangnya hingga saat ini tidak terjadi di tingkat Perguruan Tinggi. Dampaknya adalah harapan pemerintah terlalu tinggi terhadap kinerja dosen.

WUR memiliki Dewan Eksekutif, yang terdiri atas 3 orang: Presiden, Rektor dan Pimpinan Keuangan. Untuk Wakil Rektor disini disebut Dekan, ada 2 yakni Dekan bidang Pendidikan dan Dekan bidang Penelitian. Dalam kesempatan kunjungan LP3M ini, Prof.Arnold Bregt sebagai Dekan bidang Pendidikan setara Wakil Rektor dalam kesibukannya berkenan menerima delegasi dari LP3M UB. Proses penerimaan delegasi LP3M UB diterima secara informal, bersahabat dan tidak protokoler.  

Menurut Prof.Arnold Bregt di WUR,Dewan Eksekutif membentuk satu dewan yang mengurus masalah kinerja pendidikan untuk semua program bergelar di universitas, yang disebut Dewan Pendidikan kalau di UB setara dengan LP3M. Dewan Pendidikan terdiri atas delapan anggota: empat dosen dan empat mahasiswa. Dewan ini dipilih dari para dosen dan mahasiswa yang mengajukan diri untuk menjadi anggota Dewan Pendidikan. Di WUR, melalui Dewan Pendidikan ini aspirasi mahasiswa banyak diakomodasi oleh pimpinan universitas.  Dewan Pendidikan ini bertanggung jawab atas isi, kualitas, dan inovasi pembelajaran di program Sarjana dan Master, sedangkan program Doktor menjadi tanggungjawab Ketua Departemen. Dewan Pendidikan juga memberi masukan kepada Dewan Eksekutif tentang sejumlah masalah khusus terkait pendidikan.

Dewan Pendidikan dalam memberikan masukan kepada Dewan Eksekutif contohnya adalah  memberi masukan berupa pembentukan dan penutupan program studi bergelar, penetapan peraturan akademik dan persyaratan kelulusan, penetapan, perpanjangan, dan penghentian Ketua Departemen. Dewan Pendidikan juga memberikan saran tentang hal-hal yang berhubungan langsung dengan kualitas pendidikan dalam program gelar, seperti keterampilan akademik dalam program studi, persyaratan etika studi yang mengikat, dan menetapkan beberapa ketentuan terkait program studi.

WUR diakreditasi oleh Organisasi Akreditasi Belanda (NVAO) setiap 6 tahun sekali. Akreditasi ini dilakukan oleh Badan Akreditasi Belanda, namun dalam kenyataannya melibatkan asesor dari negara-negara lain di Eropa, sehingga penilaiannya lebih obyektif. Hal yang menarik menurut pernyataan Prof. Arnold Bregt bahwa WUR tidak perlu mengikuti akreditasi internasional, karena Badan Akreditasi Belanda sudah tergabung dalam Asosiasi Badan Akreditasi Eropa. Bila budaya mutu diterapkan secara internal oleh civitas akademika secara konsisten dan berintegritas, maka lembaga pendidikan tersebut akan terus unggul dipandang dari berbagai sistem akreditasi dan pemeringkatan.[sony/siti-rahma]

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID