Prasetya Online

>

Berita UB

LP3M Gelar Pelatihan Konseling bagi Dosen Pendamping Akademik

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 13 Juli 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 275

Pelatihan konseling bagi dosen pendamping akademik menjadi bekal dalam mengatasi permasalahan sosial yang sering terjadi di kampus
Pelatihan konseling bagi dosen pendamping akademik menjadi bekal dalam mengatasi permasalahan sosial yang sering terjadi di kampus
Peran serta perguruan tinggi tidak hanya membekali mahasiswanya dengan bidang akademik dan kemampuan intelektual, akan tetapi diperlukan juga aspek pengembangan emosional, maupun moral spiritual. Universitas Brawijaya sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terbesar dengan jumlah mahasiswa terbanyak pastinya tidak pernah luput dari permasalahan-permasalahan yang melibatkan pribadi mahasiswanya. Hal inilah yang melatarbelakangi Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) UB menggelar pelatihan bagi dosen penasihat akademik, pada (11-12/7), di Ubud Cottages.

Kegiatan yang diikuti 33 peserta dari 15 fakultas tersebut banyak membahas mengenai pentingnya membantu dan memberikan solusi kepada mahasiswa yang memiliki permasalahan sosial di lingkungan kampus. Bahkan problematika sosial saat ini yang terjadi menjadi perhatian khusus oleh pemerintah. "UB sedang memprioritaskan pelatihan konseling bagi dosen penasihat akademik, karena kami tahu bahwa permasalahan yang terjadi di UB sangat beragam. Apalagi saat ini kampus UB termasuk dari tujuh perguruan tinggi yang dimonitor oleh BNPT karena beberapa mahasiswanya terkait dengan radikalisme," ujar Ir Ahmad Wicaksono Meng, PhD selaku ketua LP3M UB.

Banyak polemik-polemik yang terjadi dalam kurun waktu setahun ini. Tidak hanya isu radikalisme dan penyimpanganperilaku yang saat ini sedang marak terlihat, akan tetapi juga menyangkut kepada potensi akademik yang mempengaruhi lingkungan belajar di dalam kampus. Hal-hal semacam ini diperlukan pendekatan konseling untuk mengatisipasi permasalah yang kerap terjadi di level universitas. Tentunya dengan berkembangnya era digital, diharapkan komunikasi antara dosen penasihat akademik dengan mahasiswa yang bersangkutan akan lebih mudah."UB saat ini sedang mengembangkan sistem e-counseling bagi para mahasiswa. Sistemnya hampir sama dengan e-complaint, namun sasaran yang dituju berbeda walau sama-sama memiliki keutamaan yaitu privacy. E-counseling merupakan fasilitas bagi mahasiswa yang mengalami permasalahan sosial namun mereka tidak berani mengungkapkannnya secara lisan," tambahnya.

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID