Prasetya Online

>

Berita UB

LINGGA Sabet Juara II dalam AEW 2018

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 09 Maret 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 426

Delegasi UB dalam Agriculture Engineering Week 2018
Delegasi UB dalam Agriculture Engineering Week 2018
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Brawijaya (UB). Delegasi Fakultas Pertanian (FP UB) angkatan 2016 yang digawangi oleh Fadel M. Irfan, M. Nasrudin Kamil, Lingga, Muh. Hafis, dan Hadi Suwiryo meraih juara kedua dalam Artmovie pada Agriculture Engineering Week (AEW) 2018 yang diadakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gajah Mada (UGM). Kegiatan ini berlangsung pada November 2017 hingga Februari 2018 dan diikuti oleh pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Mengambil sudut pandang pertanian, para mahasiswa FP UB ini ingin membuat para mahasiswa sadar bahwa tindak nyata haruslah dimiliki oleh mahasiswa. Film Pendek berjudul "Lingga" bercerita tentang mahasiswa yang berusaha memecahkan masalah petani. "Jadi kami ingin menujukkan bahwa dedikasi anak muda yang kuat. Semua orientasinya lebih kepada pemecahan masalah, bukan orasi," jelas Fadel.

Proses pembuatan film pendek "Lingga" bertempat di tiga lokasi, yaitu pertama di Desa Kucur, Sumber brantas dan Pasar Induk Karangploso. Tingginya potensi pertanian di Malang yang membuat mereka memilih ketiga tempat tersebut. Film ini memadukan antara budaya dan bahasa yang khas dari petani-petani di Jawa, dimana menggunakan Bahasa Jawa sebagai percakapan sehari-hari namun tidak melupakan bahasa Indonesia. Unsur itulah yang membuat fil pendek "Lingga" karya mahasiswa FP UB ini meraih penghargaan.

Ada enam unsur penilaian dari Artmovie ajang Agriculture Engineering Week. Diantaranya kualitas film, aspek komunikasi, konten, aktor, sinematografi, dan alur cerita. Dari keenam unsur penilaian tersebut, film pendek "Lingga" berhasil mendapatkan nilai sempurna dalam segi konten dan komunikasi.

Melalui film "Lingga", kelompok ini berpesan kepada mahasiswa untuk kerja nyata dalam penyelesaian masalah.  "Sudah saatnya para pemuda berani mengambil resiko. Masalah harus berani diselesaikan karena efeknya bukan hanya kepada lingkungan saja, namun diri sendiri," tukas Fadel [Afwega/vicky]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID