Prasetya Online

>

Berita UB

Kulit Pisang Sebagai Pengganti Bahan Dasar Pembuatan Hidrogel

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 12 April 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 684

Tim HoBP
Tim HoBP
Hidrogel adalah cara penanaman tanpa menggunakan media tanah. Bahan dasar gel yang sering digunakan berasal dari rumput laut (Eucheuma cottonii).

Kesulitan menemukan pabrik ini menyebabkan keterlambatan dalam proses pembuatan. Oleh karena itu, lima mahasiswa FP UB berinsiatif membuat alternatif bahan dasar hidrogel dari kulit pisang.

"Pisang adalah salah satu komoditas pertanian potensial di Indonesia, termasuk di Malang,"kata ketua tim Aditya Aji Novtara. 

Rata-rata pertumbuhan produksi pisang di Indonesia adalah 4,92% dengan total kontribusi Jawa Timur sebesar 21,87% pada 2011-2015.

Malang menyumbang produksi sebanyak 42,35% atau 690.136 ton. 

Dia menambahkan Kulit pisang termasuk sejumlah besar limbah dengan 1/3 bagian dari buah yang belum dikupas.

Dalam kulit pisang terkandung senyawa pati (karbohidrat kompleks) dengan sifat biodegrable yang bisa menjadi media tanam hidrogel.

Tim HoBP, terdiri dari Aditya Aji Novtara, Ayu Azmidar, Pramesti Rizma Dita S, Alwan Afif Fadhilah, Aditya Permana Putra, dan Aditya Aji Novtara berada dibawah bimbingan Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., Ph.D. Dalam International Student Affairs Invention, Innovation and Desaign Competition (I-SAIID), mereka berhasil meraih Bronze Medal kategori Innovation.

I-SAIID merupakan kompetisi tingkat internasional yang bertujuan untuk menampung penemuan-penemuan hebat inovator lokal dan internasional yang akan membawa manfaat bagi kesejahteraan dan pengembangan siswa.

I-SAIID 2019 diikuti sebanyak 175 tim dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.[FP/Humas UB]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID