Prasetya Online

>

Berita UB

Kuliah Tamu Menteri Pertanian Menutup Masa Perkuliahan Semester di Fakultas Pertanian

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFP pada 28 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 488

Menteri Pertanian Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP
Menteri Pertanian Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP
Dalam rangka menutup masa perkuliahan semester Genap Tahun Akademik 2017/2018 Fakultas Pertanian mengadakan kuliah tamu dengan tema "Membangun Pertanian Mandiri dan Berkelanjutan di Era Industri 4.0". Kegiatan ini di hadiri Menteri Pertanian RI Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP., Jum'at (25/05/2018) di gedung Widyaloka UB.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. M. Bisri, MS, menyampaikan  bahwa saat ini memasuki era revolusi industri yang disebut dengan Era Industri 4.0, sehingga harus di respon dengan pembangunan SDM untuk mengikuti era industri 4.0. Menurutnya, Universitas Brawijaya merupakan kampus yang besar dalam mewujudkan era industri 4.0.. "Beberapa kajian riset yang ada  menjadi ukuran bahwa UB bersungguh sungguh meningkatkan upaya penelitian untuk era 4.0 ini," katanya.

"Dalam hal pertanian, UB telah mengembangkan beberapa pusat pengembangan dengan menyediakan lahan terbuka dan beberapa laboratorium penelitian, seperti torang, UB Forest sebagai agroforestri, dan lainnya. Tak hanya pertanian, secara bertahap di fakultas lainnya juga kami kembangkan laboratorium dan sarana prasarana lainnya" ujar bisri

Sementara Itu dalam pemaparannya Menteri Pertanian menyampaikan bahwa saat ini Indonesia menempati urutan 16 dalam bidang pertanian, berada di atas amerika dan china. Kehadiran pemuda juga berpotensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. Di antaranya pembentukan Gerakan Pemuda Tani Indonesia yang telah berhasil mengelola lahan pertanian dengan keuntungan yang menjanjikan.

Mentan juga  mendorong peneliti pertanian lebih giat melakukan riset dan berinovasi, sehingga pemerintah dapat memajukan pertanian nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

"Semua bisa tercapai dengan modernisasi pertanian, penghematan biaya sampai 30 persen dan peningkatan produksi gabah kering giling 8,6 juta ton, dan produksi beras naik 26 juta ton dan mendongkrak pendapatan sampai Rp 191 trilun per tahunnya," ujarnya

Pada kesempatan lain Menteri pertanian juga mengapresiasi penelitian dari dosen FP, yaitu jagung ungu atau Brawijaya Purple Sweet F1 Hybrid yang ditemukan dan diteliti oleh Ir. Arifin Noor, M.Sc., PhD yang merupakan dosen Jurusan Budidaya Pertanian. Jagung ungu ini kandungan antosianinnya tinggi hingga bisa berguna untuk kelancaran darah, untuk rasa lebih enak dibanding jagung yang sudah ada

Selain jagung juga ada pupuk cair Bactorizho-4 yang ditelilti oleh dosen Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan (HPT) Luqman Qurata, SP., MP., Ph.D. Pupuk cair yang berguna untuk pemacu pertumbuhan tanaman ini sudah mulai dilakukan pada saat pelaksaanan Upaya Khusus (Upsus) Pajale 2016, dan terbukti bisa meningkatkan hasil hingga 30%.

Tak hanya kuliah tamu saja, Mentan juga mengunjungi pameran gelar produk dan teknologi pertanian, beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh riset center atau individu di tampilkan. Selain itu ada produk dari ATP, jurusan di lingkungan FP, hasil karya PKM dan PWMP serta beberapa mitra Fakultas Pertanian. [zma/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID