Prasetya Online

>

Berita UB

Kondisi Daerah Aliran Sungai Di Indonesia Sudah Darurat

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFP pada 03 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 259

Pertemuan MKTI di FP UB
Pertemuan MKTI di FP UB
Hampir sebagian besar Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia mengalami kondisi yang kritis, hanya sebagian di pulau papua dan kalimantan saja yang masih dalam kondisi baik. Hal ini disebabkan banyak faktor yang sangat dominan adalah banyak campur tangan manusia yang tak terkendali.

Terlebih pada era tahun setelah reformasi banyak sekali lahan yang terkikis untuk pembangunan ataupun pengembangan perkebunan dengan pembukaan lahan yang tak terkendali. Akibatnya hingga tahun 2018 ini total lahan kritis di Indonesia mencapai 14 juta Ha.

Hal itu disampaikan oleh Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Kementerian LH dan Kehutanan Ir. IB Putera Parthama, MSc. dalam pemaparan materinya "Corection Action Untuk Darurat DAS" dalam acara Seminar  "Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Untuk Pembangunan Berkelanjutan" pada hari selasa (02/10/2018) yang dilaksanakan di Auditorium Gedung Sentral Lantai 6 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB).

"Saat ini saja laju deforestasi mencapai 490.000 Ha/thn sedangkan kemampuan rehabilitasi hanya 200.000 ha/thn.  Itupun baru dicanangkan untuk tahun depan. Bisa di bayangkan bagaiman hasilnya. Butuh waktu yang sangat lama bagi kita untuk mencapai rehabilitasi lahan kritis ini. Kebutuhan dan keseterdiaan sumber air dan air bersih sangatlah penting. Dengan kondisi seperti ini akankah kita akan krisis air bersih ? yah..itu bisa terjadi andai di biarkan saja. Oleh sebab itu dengan acara ini dan kehadiran para undangan dan mahasiswa semoga kita bersama dapat memperbaiki semua ini," ujar Putera.

Acara seminar ini diselenggarakan oleh Masyarakat Konservasi Tanah Dan Air Indonesia (MKTI) komda Jawa Timur dan Fakultas Pertanian serta Perum Jasa Tirta I. Hadir dalam kesempatan tersebut, Dekan III Dr. Ir. Syafrial, MS mewakili Dekan FPUB, Ketua MKTI pusat Prof. Kukuh Murtilaksono, Direktur Jasa Tirta I Dr. Raymond Valiant, ST, MT., serta undangan dari dinas terkait juga para mahasiswa .

Dalam rangkaian acara ini juga diadakan pergantian dan pelantikan pengurus MKTI komda Jawa Timur periode 2018 - 2022, dimana Ir. Didik Suprayogo, M.Sc., Ph.D dari FPUB terpilih menjadi ketua. [zma/Humas UB]

 

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID