Prasetya Online

>

Berita UB

Kolaborasi Mahasiswa UB Boyong Juara dalam Ajang Wintex 2018

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dietodita pada 22 Maret 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 496

Kolaborasi mahasiswa UB dalam Wintex 2018
Kolaborasi mahasiswa UB dalam Wintex 2018
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) sukses memboyong gelar juara dalam ajang World Invention and Technology Expo (Wintex) 2018. Kompetisi yang merupakan ajang untuk mengembangkan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa di bidang teknologi ini digelar di Intitut Teknologi Bandung (ITB) selama dua hari, 12 hingga 13 Maret 2018.

Pada ajang tersebut kolaborasi mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Pertanian (FP) berhasil merebut gelar juara setelah bersaing melawan ratusan tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tim yang beranggotakan Muhammad Irvan Ali (Fapet), Yusril Fatahilmi (FT), Elok Paikoh (FP), Nilam Izzatul Atqa Zain (FIB), Verina Wijayanti (FP), dan Gufron Wahyu Priyo C. (FP) meraih Gold Medal melalui karya tulis berjudul "Kalima JHC (Javanese Herb Coffee) Aromatic Indonesian Coffee."

Muhammad Irvan Ali menjelaskan bahwa ide inovasi dalam karya tulis yang mereka susun menawarkan gagasan baru dalam membuat varian kopi dengan memanfaatkan produk kopi ekspor Indonesia. Tujuannya meningkatkan nilai jual dan mengembangkan produk kopi.

Upaya untuk mencapai tujuan tersebut, ia dan tim menggunakan konsep KALIMA Smart Business Aromatic Indonesian Coffee yang memiliki lima varian aroma yang mampu memberikan manfaat bagi tubuh. Seperti KOJO (Kopi Ijo) kopi aroma kacang ijo yang memiliki manfaat antioksidan, mengurangi potensi gula darah, menurunkan resiko penyakit kanker, dan menambah kebugaran. KOHE (Kopi Jahe) kopi aroma jahe bermanfaat untuk mengatasi perut kembung, menghangatkan tubuh, dan melancarkan peredaran darah. KOKANIS (Kopi Kayu Manis) kopi aroma kayu manis manfaatnya menekan rasa lapar dan memicu kreatifitas. KOLAGA (Kopi Kapulaga) dapat mencegah masalah lambung, menjernihkan suara dan mendetoksifikasi kafein. Serta KONCUR (Kopi Kencur) untuk memperlancar menstruasi, obat mata pegal, dan meredakan sakit radang lambung.

Sementara itu Silver Medal dipersembahkan oleh dua tim yakni tim Bit-Tuner dan tim B-vetrace. Tim Bit-tunner terdiri dari Khifdotul Muniroh (Fapet) dengan beranggotakan Pranaya Arya Satya (Fapet), Ahmad Ghozali (Fapet), dan Ega Rosalina (Fapet). Mereka mengangkat karya tulis berjudul "Bit-tuner (Rabbit House Temperatur and Humidity Controller)."

Khifdotul Muniroh selaku ketua tim mengatakan ide inovasi dalam karya tulis tersebut menawarkan alat pengatur suhu dan kelembaban secara otomatis pada kelinci dengan menggunakan energi matahari. Sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi ternak kelinci.

"Potensi ternak kelinci memiliki produksi yang tinggi namun terdapat beberapa faktor yang menghalangi produksi budidaya ternak kelinci. Yaitu faktor suhu dan kelembaban yang tidak menentu. Sehingga dengan adanya alat pengatur suhu dan kelembaban Bit-tuner dapat mengatur suhu dan kelembaban secara otomatis." terangnya

Tim penyumbang silver medal lainnya adalah tim B-vetrace yang terdiri dari Ariq Kusuma Wardana (FT), Mohammad Euro Anwarudin (Fapet), Guruh Prasetyo (Fapet), dan Muhammad Khuzain (FT). Mereka mengusung karya tulis berjudul "B-vetrace: Bee Venom Harvester Device Inovasi Alat Pemanen Racun Lebah dengan Metode Gelombang Elektrik Diintegrasi dengan Solar Sel."

Karya tulis tersebut menawarkan teknologi pemanenan racun lebah (bee venom) dalam jumlah yang besar. M. Euro menjelaskan teknologi pemanenan bee venom di Indonesia masih sangat minim, selain itu umumnya pemanenan masih menggunakan cara sederhana yang dalam prosesnya harus membunuh lebah. Dengan menggunakan alat b-vetrace peternak bisa memanen bee venom dengan jumlah besar tanpa membunuh lebah sehingga lebih animal welfare. [est/dta/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID