Prasetya Online

>

Berita UB

Kit Diagnostik GAD 65 Deteksi Kerusakan Beta Pankreas Dibawah Satu Persen

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 27 November 2015 | Komentar : 0 | Dilihat : 4854

Simposium Nasional Dibuka oleh Wakil Rektor IV UB Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, MS
Simposium Nasional Dibuka oleh Wakil Rektor IV UB Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, MS
Kit Diagnostik GAD 65 yang dikeluarkan oleh laboratorium BioSains Universitas Brawijaya (UB) mampu mendeteksi kerusakan beta pankreas kurang dari satu persen atau dibawah satu persen. Kerusakan beta pankreas ini menjadi pemicu naiknya gula darah, penyebab munculnya penyakit Diabetes Melitus (DM). Demikian dikatakan oleh Prof. Dr. drh. Aulani'am, DESS pada acara Simposium Nasional "Menyongsong Produksi Massal Kit Deteksi Dini Diabetes Mellitus di Laboratorium BioSains UB", Kamis (26/11/2015).

"Pada umumnya pasien DM datang ke dokter dengan kondisi beta pankreas yang sudah rusak dan hanya lima sampai sepuluh persen yang masih sehat. Oleh karena itu, Kit Diagnostik membantu masyarakat untuk mendeteksi penyakit DM sejak dini bahkan sejak usia satu tahun," katanya.http://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
http://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif

Kit diagnostik GAD 65 yang mampu mendeteksi kerusakan Beta Pankreas hingga dibawah satu persen ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat tapi membantu masyarakat mengatur pola makan dan gaya hidup sehat dengan berolahraga.

"Hasil darah yang ditunjukkan oleh Kit Diagnostik GAD 65 tersebut mendeteksi munculnya penyakit DM pada manusia sepuluh hingga 15 tahun mendatang. Sehingga si pasien yang positif terdeteksi DM dengan menggunakan KIT Diagnostik GAD 65 bisa mengatur gaya hidup sehatnya mulai dari sekarang, sehingga dalam jangka sepuluh tahun mendatang, resiko terkena penyakit DM bisa diperkecil," kata Prof Aulani'am.

Ditambahkan staf pengajar FK UB, Prof. Dr. Djoko Wahono Soeatmadji, Sp.PD KEMD bahwa pola gaya hidup sehat harus mulai dibentuk sejak dari usia dini. Sehingga ada keseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dengan energi yang dikeluarkan.

"Makan-makanlah yang seimbang. Sayur dan buah segar bagus untuk menjaga kondisi tubuh," kata Prof. Djoko.

Acara simposium nasional tersebut diadakan oleh laboratorium BioSains untuk mensosialisasikan Kit Diagnostik GAD 65 bagi dokter puskesmas, dokter keluarga, dokter anak, dokter penyakit dalam, dokter laboratorium, dan pimpinan puskesmas. [Oky Dian/Humas UB] 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID