Kit Diagnostik Dini Diabetes Mellitus Siap di Launching ke Pasar

Dikirim oleh humas3 pada 21 November 2013 | Komentar : 0 | Dilihat : 7626

Produk Kit Diagnostik Dini untuk Pasien DM Tipe 1 hasil Penelitian yang diketuai oleh  Prof. Aulanni’am
Produk Kit Diagnostik Dini untuk Pasien DM Tipe 1 hasil Penelitian yang diketuai oleh Prof. Aulanni’am
Kit diagnostik dini produksi Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya (UB) siap diproduksi massal dan dipasarkan.  Kit tersebut merupakan produk perdana dan unggulan laboratorium biosains untuk pasien DM Tipe 1 berbasis Reverse Immunochromatoghraphy: RAPID TEST Autoimmunue Marker GAD65. Produk ini merupakan salah satu dari 2 proyek penelitian lanjut dengan pihak biofarma yang telah dimulai sejak 1.5 tahun lalu.

Menurut Prof. Dr. drh. Aulanni'am, DES yang merupakan penanggungjawab dan ketua proyek kerjasama Biofarma-UB, kit diagnostik ini masih membutuhkan lebih banyak pengujian lapang dan lebih banyak sampel pasien. Ditambahkan, produk tersebut juga masih dilabel For Research Only, dan digunakan serta dipasarkan oleh laboratorium biosains terbatas untuk keperluan riset. Namun, produk tersebut telah melewati test uji laboratorium dan pasien di lapang dengan sensitivitas yang sangat baik (100%) dan spesifitas 91.67%. Produk kit diagnostik untuk penderita DM ini pada Rabu (13/11) telah diserahterimakan kepada Biofarma yang mendanai rangkaian penelitian uji ini. Dalam kesempatan serah terima tersebut, UB diwakili Pembantu Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto didampingi Direktur laboratorium biosains UB Prof. Fatchiyah, M.Kes, PhD. Sementara pihak Biofarma diwakili Direktur Perencanaan dan Pengembangan beserta tim. Hadir dalam pertemuan ini, Dekan FMIPA Prof. Mardjono, MPhil, PhD dan semua tim peneliti Laboratorium Biosains UB.

Dalam kesempatan tersebut, telah dibicarakan beberapa kemungkinan pengelolaan produk terkait seperti siapa yang akan memproduksi dan/atau memasarkan produk tersebut di masa mendatang. Menurut Fatchiyah, UB siap memproduksi namun masih memerlukan fasilitas gedung atau ruangan yang memadai sesuai dengan kebutuhan standar laboratorium produksi Good Laboratory Practice-Good Manufacturing Practice (GLP-GMP). Kemungkinan besar, produk ini secara komersiil akan dipasarkan oleh Biofarma sebagai institusi yang memiliki ijin dan wewenang untuk memasarkan produk sejenis.

Dalam waktu dekat juga akan diadakan koordinasi lanjut pembicaraan Biofarma, UB dan BinFar (Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan) terkait dengan registrasi produk diagnostic sebagai alat kesehatan. [biosains/denok]

 

Artikel terkait