Prasetya Online

>

Berita UB

Kit Diagnostik Diabetes GAD65 Siapkan Ijin Produksi dan Ijin Edar

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 02 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 1325

FGD percepatan produksi massal kit diagnostik GAD65
FGD percepatan produksi massal kit diagnostik GAD65
Kit Diagnostik Diabetes GAD65, salah satu produk unggulan dari laboratorium Biosains Universitas Brawijaya (UB) kini tengah memasuki ijin produksi dan ijin edar. Hal ini disampaikan Ketua Tim Peneliti Prof. Dr. Aulanni'am, DVM, DES disela-sela acara Focussed Group Discussion dengan Biofarma, Selasa (13/03/2018) di Hotel UB. "Produksi kita sudah siap tinggal perijinannya," kata Dekan Fakultas Kedokteran Hewan tersebut. Pertemuan dengan Biofarma kali ini, menurutnya untuk membahas persyaratan terkait produksi dan distribusi yang dilakukan oleh BUMN produsen vaksin dan antisera ini.

Aulanni'am yang juga Penanggungjawab dan ketua proyek kerjasama dengan PT. Biofarma, Tbk menambahkan bahwa kit diagnostic DM karyanya telah melalui uji lima ras pada 2015 sehingga telah siap untuk go international.

FGD dengan Biofarma dimaksudkan untuk membahas percepatan produksi. Sebanyak lima juta kit diagnostik menurut rencana akan diproduksi bersama Biofarma. Selain itu, Laboratorium Biosains UB juga memproduksi sendiri sebanyak satu juta kit untuk kepentingan penelitian. Proses produksi dan distribusi menggandeng Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) yang merupakan unit usaha UB yang berbadan hukum.

Sri Harsi Teteki
Sri Harsi Teteki
Dukungan terkait hal ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran PT. Biofarma, Tbk Sri Harsi Teteki yang turut hadir dalam acara FGD. Sebagai perusahaan yang berhubungan langsung dengan customer, pihaknya membutuhkan inovasi-inovasi terbaru guna menyelesaikan permasalahan kesehatan di Indonesia dan bahkan dunia. Bentuk dukungan ini dilakukan diantaranya dengan investasi alat sebagai langkah awal dukungan sehingga penelitian berjalan lancar dan inovasi pun selalu up-to-date. Selain itu, pihaknya juga banyak melakukan kerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, perguruan tinggi maupun LIPI. Meskipun, ia mengaku masih mencari dan membentuk market dari berbagai temuan yang inovatif. "Diabetes merupakan kejadian besar di Indonesia dan masuk 10 besar," katanya. Kit DM 1.5 melakukan diagnostic preventif genetis yang menurutnya akan merubah paradigma pengobatan Diabetes Mellitus.

Lebih jauh, ia menyampaikan akan melakukan perhitungan cost BPJS untuk Diabetes mellitus dan mengupayakan agar kit DM bisa masuk e-catalog. Hal ini menurutnya memerlukan upaya keras untuk menggiring pola pikir masyarakat bahwa kit semacam ini memang diperlukan. "Akan lebih mudah lagi jika ada keterbukaan dan fleksibilitas harga," Sri Harsi Teteki menandaskan.

Biosains Rapid Test GAD65 

Biosains Rapid Test GAD65 adalah rapid test untuk mendeteksi Diabetes Mellitus (DM) tipe 1 dan 1.5. Pada kit ini, deteksi dilakukan terhadap keberadaan autoantibodi GAD65 yang merupakan penanda dini kerusakan sel beta pankreas.

Kit ini mampu mendeteksi awal terjadinya autoimun diabetes sehingga dapat dilakukan pada bayi dan anak-anak yang memiliki riwayat penderita DM dalam keluarganya. Penggunaan kit ini merupakan skrining awal terhadap penyakit DM, yang bertujuan untuk memperbaiki tatalaksana pencegahan DM sehingga penting bagi keluarga yang memiliki riwayat DM, agar tidak berlanjut menjadi penderita DM.

Diagnosa dilakukan dengan menggunakan serum darah sebanyak 20 mikroliter dan hasilnya sudah bisa didapatkan dalam waktu 30 menit. Kit ini tidak memerlukan alat khusus sehingga mudah dilaksanakan pada tingkat layanan medis sederhana. Biosains Rapid Test GAD65 telah terbukti memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi. [Denok/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID