Prasetya Online

>

Berita UB

Khofifah Siap Rintis Pusat Bursa Kerja Bagi Difabel

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 15 Agustus 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 394

Gubernur Jawa Timur terpilih Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Bersama Rektor UB Prof Nuhfil Berdiskusi Dengan Mahasiswa Penyandang Disabilitas
Gubernur Jawa Timur terpilih Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Bersama Rektor UB Prof Nuhfil Berdiskusi Dengan Mahasiswa Penyandang Disabilitas
Gubernur Jawa Timur terpilih Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. siap merintis program Millenial Job Center atau pusat bursa kerja bagi alumnus difabel Universitas Brawijaya (UB), karena masih banyak industri rumahan yang membutuhkan tenaga kerja profesional untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Dalam diskusinya dengan sejumlah mahasiswa difabel di ruang rektor, Rabu (15/8/2018), Kofifah menanyakan kemampuan apa yang dimiliki oleh mahasiswa difabel di UB.

"Saya ingin ada sesuatu yang bisa menyambungkan antara Program Millenial Job dengan kemampuan mahasiswa difabel,” kata Khofifah.

Dia menceritakan, ada perusahaan garmen terkemuka yang benar-benar memanfaatkan kemampuan difabel.

"Ketika kami magangkan mereka di sana, perusahaan garmen tersebut benar-benar menyerap kemampuan mereka 100 persen. Jadi seperti contohnya di tahun 2015 kami memagangkan 10 maka mereka menggunakan 10 orang tersebut,”katanya.

Sekretaris Pusat Study Layanan  Disabilitas, Slamet Tohari menambahkan ada berbagai macam kemampuan yang dimiliki mahasiswa difabel, antara lain di bidang programmer dan event organizer. 

Bahkan, kata dia, ada yang menuai prestasi internasional di Malaysia beberapa waktu lalu.

Rektor UB Prof Nuhfil mengatakan saat ini UB bekerja sama dengan perguruan tinggi di Jawa Timur membuat sebuah rencana strategis untuk membina dan mendampingi mahasiswa di berbagai macam bidang, seperti peternakan dan pertanian.

Program Millenial Job Center akan menyiapkan job training dan skill tambahan bagi lulusan S1 maupun pendidikan vokasi, sekaligus membantu starting up usaha, serta promosi bagi usahawan muda dan dukungan pembiayaan usaha pada tahap awal usaha.

“Harapannya bisa lebih memaksimaklan Ada spesialisasi yang lebih memberikan kerja profesi mereka,” kata Khofifah. [Oky Dian/Humas UB]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID