Prasetya Online

>

Berita UB

Kerjasama Unibraw-BNI 46 

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetya1 pada 12 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2881

kerjasama Universitas Brawijaya dengan Bank BNI
kerjasama Universitas Brawijaya dengan Bank BNI
Naskah kerjasama Universitas Brawijaya dengan Bank BNI, Rabu 12/4, ditandatangani. Kerjasama ini dalam pengelolaan dan penyaluran kredit kemitraan BUMN kepada usaha kecil. Ini merupakan salah satu bentuk usaha mengembangkan usaha mikro kecil serta memberikan pendampingan kepada pengusaha produktif berskala mikro kecil. Dari fihak Unibraw, penandatanganan dilakukan oleh Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Prof. Dr. Ir. Syamsulbahri MS sedangkan dari pihak BNI 46 diwakili oleh Kepala Sentral Kredit BNI 46 Malang Drs. Achmad Dyanto, disaksikan oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno.
Dalam sambutannya, Rektor menyatakan keberadaan perguruan tinggi di suatu kota terbukti dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat sekitarnya. Rektor memberi contoh apa yang dialami oleh masyarakat Ketawang Gede saat ini (perbaikan tingkat pendapatan rumah tangga) merupakan imbas dari pembangunan Universitas Brawijaya di era 70-an dan 80-an. “Masyarakat sekitar yang waktu itu hanya mengandalkan hasil panen padi setiap dua kali dalam satu tahun, dengan jumlah pendapatan tidak seberapa, setelah menjual tanah dan sawahnya untuk dibangun kampus, ternyata dapat meningkatkan pendapatan. Hal ini karena mereka membangun kost mahasiswa, ataupun membuka warung makan, yang dibutuhkan mahasiswa disekitar kampus,” ungkapnya.
Sementara itu,  Achmad Dyanto yang juga alumni Unibraw, menyatakan penandatanganan naskah kerjasama ini merupakan komitmen BNI sebagai BUMN dalam mengembangkan usaha mikro kecil dengan memberikan bantuan kredit melalui pola kemitraan. Jumlah dana bantuan untuk usaha mikro kecil yang diberikan saat ini menurut Rachmad baru sebesar 10 Milyar rupiah sampai akhir 2005, dari alokasi anggaran nasional sebesar 61 Milyar rupiah. Di Malang sendiri, jumlah dana yang diberikan sementara baru sebesar 750 juta.
Lebih lanjut diungkapkan Achmad bahwa dalam aplikasinya,  pihak LPM Universitas Brawijaya yang memberikan pembinaan, pelatihan dan pendampingan kepada pengusaha skala mikro kecil, yang merupakan anggota binaan LPM menjadi perantara dengan BNI sebagai pemberi kredit. Kredit yang diberikan ditujukan kepada anggota dengan syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan seperti diantaranya, aset perusahaan tidak boleh melebihi dari 200 juta rupiah dan tidak termasuk aset tanah dan bangunan, merupakan usaha produktif dan bukan konsumtif, serta perusahaan yang telah beroperasi paling tidak dua tahun. Bunga yang diberikan sangat ringan yaitu untuk pinjaman kurang dari 10 juta sebesar enam persen, pinjaman sampai dengan 10 s/d 30 juta sebesar delapan persen, pinjaman hingga 30 s/d 50 juta sebesar 10 persen dan pinjaman lebih dari 100 sebesar 12 persen. Bunga ini berlaku efektif setiap tahun dengan jangka waktu pinjaman selama tiga tahun.[nik]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID