Prasetya Online

>

Berita UB

Kerjasama FIA UB dengan KPU Dorong Partisipasi Pemilih Pemula

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 20 September 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 285

FIA UB dan KPU Kerjasama Dorong Partisipasi Pemilih Pemula
FIA UB dan KPU Kerjasama Dorong Partisipasi Pemilih Pemula
Tim dosen Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB mengimplementasikan kegiatan pengabdian masyarakat dengan menggelar pendidikan politik di aula kompleks SMA Tugu, Kota Malang, Kamis (6/9/2018). Diikuti para siswa SMAN 3, SMAN 1, dan SMAN 4 Kota Malang, kegiatan ini juga dibarengi dengan sosialisasi Pemilihan umum (pemilu) 2019 bagi pemilih pemula oleh KPU Kota Malang.

Hadir sebagai pembicara, dosen Administrasi Publik UB Andhyka Muttaqin., S.AP M.PA dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zaenudin., S.T. M.AP.

Ketua tim pengabdian masyarakat FIA UB Aulia Luqman Aziz M.Pd menyebutkan, dosen memiliki kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain pendidikan (mengajar), dosen juga harus melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Nah, kegiatan yang kami lakukan tersebut merupakan wujud dari pengabdian masyarakat tim FIA UB," jelas Luqman, sapaan Aulia Luqman Aziz.

Andhyka mengatakan, menurut survei, pemilih pemula di Indonesia memiliki andil tiga sampai empat persen. Karena itu, sangat penting pendidikan politik diberikan kepada siswa SMA agar pemimpin yang dipilih sesuai dengan keinginannya.

"Tidak ada pemimpin bagus, tapi rakyatnya hanya acuh atau memilih golput," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut ada beberapa materi yang dipaparkan, contohnya mengenai pemilih pemula dan bagaimana menjadi pemilih yang kritis dan mandiri.

"Menurut data partisipasi pemula mencapai 92,8 persen yang memilih. Artinya, semangat memilihnya pemilih pemula ini bagus," terangnya.

Karena angka partisipasi pemilih pemula yang tinggi, mereka harus mengetahui hal-hal penting untuk diketahui sebelum memilih, antaralai mengenal visi-misi dan program calon dan riwayat hidup calon dan partai politiknya.

"Setelah menilai, pastikan pilihan anda serta pastikan anda memilih suara dengan benar," jelas pria asal Kota Batu tersebut.

Andhyka menambahkan, pengabdian ini sejatinya untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana menjadi pemilih yang baik dalam menentukan pilihan. Pada kebanyakan kasus, pemilih pemula banyak dipengaruhi faktor budaya, agama, dan ketidakpahaman tentang perpolitikan saat ini.

"Mengingat potensi pemilih pemula ini cukup besar sehingga pendidikan politik yang tepat dan baik harus gencar dilakukan. Yang pasti tujuannya pada partisipasi dan kesadaran politik agar lebih meningkat," tandasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Malang Zaenudin ST MAp memaparkan berbagai agenda pemilu ke depan. Seperti pilpres dan pileg di tingkat kota, provinsi, DPR RI, dan DPD. Uniknya, pemaparan yang diberikan Zaenudin dikemas dengan menarik, yakni melontarkan pertanyaan dan diberi door prize berupa boneka KPU maupun pulsa. "Karena pemilih pemula sehingga metode sosialisasinya pun disesuaikan dengan anak zaman sekarang," terangnya.

Dia menerangkan nantinya pada 17 April 2019 akan disiapkan lima surat suara, yakni pileg (kota, provinsi, dan DPR RI), pilpres, serta DPD. Untuk mensosialisasikan calon, KPU akan mengagendakan debat presiden hingga lima kali.

"Dengan debat ini, kesempatan bagi kalian untuk mengenal visi, misi, serta berbagai hal dari calon presiden," paparnya.

Di akhir acara, Zaenudin juga mempraktikkan bagaimana cara mencoblos dengan benar. Bahkan, alat-alat pendukung mencoblos juga dikenalkan, mulai dari bantalan hingga alat mencoblosnya. "Gunakan hak pilih Anda pada 17 April 2019 dengan bijak dan benar," tandasnya.

Melihat kondisi saat ini, prinsip dari KPU sebagai penyelenggara memang sudah tugasnya untuk gencar melakukan sosialisasi. Khususnya mengemas sosialisasi bahwa pemilu bukan hal yang menakutkan, tapi pemilu adalah sesuatu yang menyenangkan. Zaenudin mengimbau agar partai politik dan politisi juga mengemas sosialisasi dan kampanye dengan cara yang menyenangkan. "Jadi, masyarakat Malang tak kapok untuk memilih calon pimpinan," terangnya.

Zaenudin melanjutkan, sosialisasi akan kembali gencar dilakukan di awal 2019. Lantaran, saat ini KPU Kota Malang sedang fokus pada tahap evaluasi pilkada.

Dia juga menegaskan, kondisi kota Malang pasca ditangkapnya 41 anggota DPRD oleh KPK tidak menyurutkan target partisipasi pemilih dari pemilu. "Kalau menurut orang dengan kondisi ini, partisipasi hanya bisa mencapai 50 persen, tapi nyatanya KPU mampu menembus angka 65 persen dan kami terus optimistis," katanya.[Afwega/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID