Prasetya Online

>

Berita UB

Kenali Sistem Hukum di Indonesia, Mahasiswa QUT Australia Kunjungi UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 19 April 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 569

Bersama pakar hukum dari UB, rombongan mahasiswa QUT banyak mempelajari sistem hukum, permasalahan lingkungan hingga kultur budaya di Indonesia
Bersama pakar hukum dari UB, rombongan mahasiswa QUT banyak mempelajari sistem hukum, permasalahan lingkungan hingga kultur budaya di Indonesia
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya menerima tujuh rombongan dari Queensland University of Technology Australia
dalam rangka studi lapangan “Clinical Legal Program” yang bertajuk “Environmental Law in Developing Countries” (14-25/4). Ketujuh rombongan tersebut terdiri dari enam mahasiswa dan seorang dosen pendamping. Mereka berkunjung ke UB untuk mempelajari sistem hukum di Indonesia dan menambah pengetahuan budaya dan bahasa Indonesia.

Dalam visitasi tersebut ada beberapa agenda yang akan dilakukan oleh UB dan QUT, antaralain memperkenalkan kampus-kampus yang berada di UB, kunjungan ke PP Otoda di UB, kunjungan ke lembaga pemasyarakatan kota Malang hingga diskusi internal dengan para pakar lingkungan UB. Selain itu mahasiswa QUT juga mendapatkan mata kuliah dasar mengenai bahasa dan etika masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-harinya. Hal ini cukup menarik minat bagi mahasiswa QUT, terutama pada kultur tradisional seperti batik dan lingkungan wisata di Indonesia.

Anne Falkiner Hewson salah satu mahasiswi tahun ketiga QUT Law mengatakan ada banyak hal yang bisa ia pelajari dalam kunjungan ke UB. Ada permasalahan yang dipelajari terutama dalam  mengupas kebijakan masalah lingkungan dan water level rising. Mencari solusi dari suatu bencana atau masalah yang berdampak pada banyak orang menjadi sebuah tantangan tersendiri baginya.

“Tentunya solusi yang diambil nantinya jangan sampai menimbulkan masalah baru yang berkelanjutan. Apalagi pemecahan masalah lingkungan tidaklah mudah. Ada banyak faktor yang menjadi kendalanya, termasuk juga human error,” ujarnya. [indra/Humas UB]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID