Prasetya Online

>

Berita UB

Kementerian Pertanian dan Perikanan Timor Leste Ikuti Pelatihan Agroforestry

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFP pada 20 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 258

Peserta Pelatihan Agroforesty dari Kementrian Pertanian dan PerikananTimor Leste
Peserta Pelatihan Agroforesty dari Kementrian Pertanian dan PerikananTimor Leste
“Dari 2006 hingga saat ini Kementerian Pertanian dan Perikanan, Timor Leste telah berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB) dalam mendukung berbagai aktivitas berkaitan dengan pemberdayaan petani yang tercantum didalam Memorandum of Understanding serta Technical Agreement diantara kedua instansi. Beberapa proyek yang berjalan di Timor Leste memfasilitasi petani dan pegawai pemerintah untuk menambah sekaligus mempertajam pengetahuan dan kemampuan mereka, karena dalam waktu mendatang Uni Eropa akan membantu petani dalam aspek agroforestry.  Selama enam hari perwakilan Kementrian Pertanian dan Perikanan, Timor Leste mengikuti pelatihan pengelolaan model agroforestry yang dikembangkan oleh Universitas Brawijaya di Wonosalam, Blitar dan Ngantang, Jawa Timur agar bisa diadopsi oleh petani di Timor Leste,” demikian dijelaskan Pakar Manajemen Hama Terpadu dan Sekolah Lapangan Petani dari FP UB Hagus Tarno, Dr. Agr. Sc.

Pelatihan bertema “Sustainable Management of Agroforestry to Increase Ecosystem Services and Farmers Income” terdiri dari dua aktivitas, yaitu pelatihan tentang pengetahuan proses agroforestry dan manajemen serta kunjungan lapang untuk mengeksplorasi proses agroforestry dan manajemen yang dilakukan oleh petani, pemerintah dan perusahaan terkait.

Pelatihan singkat ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan agroforestry di Indonesia dan model agroforestry di dataran rendah dan tinggi yang dilakukan oleh petani, pemerintah dan perusahaan (mulai dari penyediaan benih atau bibit, manajemen pembibitan, pembentukan hingga panen produk agroforestry dan penanganan produk ke pasar). Selain itu juga untuk melihat contoh sekaligus memahami aspek pembibitan dan bagaimana mengelola langsung dari pekerja praktis dan petani dalam skala kecil dan luas.

Materi yang diangkat mulai Agroforestry Models and Ecological Services in Indonesia (General) oleh Profesor Kurniatun Hairiah, Soil Health in Coffee Based Agroforestry System oleh Syahrul Kurniawan, Ph.D., Agroforestry System for Biodiversity Conservation oleh Hagus Tarno, Dr. Agr. Sc, Agroforestry and Conservation of Natural Resources in Indonesia oleh Cahyo Prayogo, Ph.D, Rapid Carbon Stock Assessment (RaCSA) oleh Rika Ratna Sari, MP., hingga Agroforestry, Hydrological Impact for farmers in Indonesia oleh Widianto, M.Sc., serta diskusi agroforestry di Ngantang oleh Didik Suprayogo, Ph.D, diskusi berkaitan dengan agroforestry di Wonosalam oleh Dr. Setyono Yudo Tyasmoro, dan presentasi serta diskusi berkaitan dengan agroforestry di Blitar yang disampaikan oleh Dr. Toto Himawan.

Pelatihan singkat ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan agroforestry di Indonesia dan model agroforestry di dataran rendah dan tinggi yang dilakukan oleh petani, pemerintah dan perusahaan (mulai dari penyediaan benih atau bibit, manajemen pembibitan, pembentukan hingga panen produk agroforestry dan penanganan produk ke pasar); dan untuk melihat contoh sekaligus memahami aspek pembibitan dan bagaimana mengelola langsung dari pekerja praktis dan petani dalam skala kecil dan luas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta pelatihan antaralain  Kepala National Departemen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Pesisir, Direktur Dinas Pertanian Kota Liquica dan Ermera, Teknisi Kehutanan Kota Liquica dan Ermera. [HTN/waw/Humas UB]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID