Prasetya Online

>

Berita UB

Kemenlu Gandeng FISIP UB Gelar Jarmasda Tentang Bencana

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFISIP pada 18 April 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 566

Kemenlu Gandeng FISIP UB Gelar Jarmasda Tentang Bencana
Kemenlu Gandeng FISIP UB Gelar Jarmasda Tentang Bencana
Yuliana Bahar Selaku Perwakilan Direktur HAM dan Kemanusiaan
Yuliana Bahar Selaku Perwakilan Direktur HAM dan Kemanusiaan
Kementerian Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerjasama Multilateral Republik Indonesia menggelar "Sosialisasi dan Jaring Masukan Daerah (Jarmasda) mengenai Terminologi dan Indikator Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) di Auditorium Nuswantara Gedung B Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Sosialisasi tersebut sebagai bentuk penanganan bencana dan pengurangan risiko bencana (PRB) mengingat dampaknya terhadap kemanusiaan dan pembangunan global.

Dalam sambutannya, Yuliana Bahar selaku perwakilan dari Direktur HAM dan Kemanusiaan, menyampaikan di tahun 2016 kerugian ekonomi global yang diakibatkan dari bencana, baik yang disebabkan oleh fenomena alam maupun aktivitas manusia diperkirakan mencapai USD 158 juta,  atau naik hingga hampir 60 % dari total nilai kerugian ekonomi global akibat bencana di tahun 2015

"Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) merupakan kelanjutan dari kerangka Hyogo Framework of Action sebagai program untuk menjaga keberlanjutan upaya negara dan pemangku kepentingan dalam penanganan bencana, selain itu sendai dinilai lebih efisien karena mencakup tujuh poin penting dalam penanggulangan resiko," katanya saat memberikan sambutan (17/04/2017).

"Tujuh poin yang ditargetkan SENDAI yaitu, mengurangi jumlah korban jiwa akibat bencana, mengurangi jumlah manusia terpapar bencana, mengurangi kerugian ekonomi akibat bencana yang dikaitkan dengan GDP pada tingkat global, mengurangi dampak bencana pada infrastruktur penting public, peningkatan jumlah negara yang memiliki strategi Disaster Risk Reduction (DRR) pada tahun 2020, peningkatan intensitas kerja sama international di bidang Disaster Risk Reduction (DRR) serta peningkatan akses terhadap Multi-Hazard Early Warning Systems, serta informasi dan penilaian terhadap resiko bencana," kata Yuliana.

Yuliana menuturkan Sendai memiliki empat prioritas aksi yaitu, pemahaman risiko bencana, penguatan kapasitas guna mengelola risiko bencana, investasi dalam pengurangan risiko bencana dan peningkatan kesiapsiagaan dalam melakukan respon efektif dan "Build Back Better" di tahap recovery, rehabilitation, dan reconstruction.

 "Keempat aksi tersebut dapat mendorong penuntasan risiko bencana seperti kemiskinan dan kesenjangan, termasuk melalui peningkatan kapasitas negara berkembang," katanya.

Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya dinamika salient international issue yang saat ini sedang terjadi, khususnya dalam konteks kebencanaan serta bisnis dan HAM. Selain itu tujuan dari sosialisasi ini adalah menjangkau masukan dari pemangku tiap daerah guna merencanakan tindak lanjut isu di dalam negeri serta menyusun posisi di ranah internasional. [Anata/Humas FISIP/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID