Prasetya Online

>

Berita UB

Kembangkan Kompetensi dan Profesi, Keperawatan FKUB Gelar School Nursing And Clinical Practice

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 10 September 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 656

Antusiasme peserta 4th International Conference dalam mengikuti sesi materi
Antusiasme peserta 4th International Conference dalam mengikuti sesi materi
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) sebagai salah satu sentral pendidikan dalam bidang keperawatan tidak hanya dituntut untuk menjalankan fungsi tri-dharma perguruan tinggi semata, namun juga wajib mengembangkan keilmuan dan profesinya demi meningkatkan kualitas lulusannya dengan membekali berbagai macam keterampilan khusus. Dengan menggelar kegiatan school nursing dan konferensi internasional bertajuk “Innovation and Future Direction in Chronic Care Nursing : Utilization of Research and Technology in Clinical Practice”, Jurusan Keperawatan FKUB memberikan fasilitas untuk melatih mahasiswa dalam mengelola penyakit kronis yang terus berkembang dari tahun-ke tahunnya.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, (8-9/10) dengan mengaplikasikan school of nursing melalui kelas pembelajaran jarak jauh via Skypea. Dalam kegiatan The 4th International Conference in Nursing (ICON) 2018 tersebut, FKUB juga menghadirkan narasumber dan pemateri yang berkompeten dari perguruan tinggi di berbagai negara seperti : Prof Julian Grant PhD, MACN (Flinders University Australia), Jennifer Joy Olivar PhD (St Paul University Filipina), Prof Dr Soh Kim Lam (Universiti Putra Malaysia), Prof Waraporn Kongsuwan (Prince of Songkla University Thailand) serta Ns Suryanto M Nurs PhD (Jurusan Keperawatan FKUB). Materi yang dipaparkan oleh para narasumber juga sangat beragam, diantaranya seperti metode penggabungan riset dalam perawatan kronis, chronic care in clinical nursing practice, chronic care nursing ini community and pre hospital settings, pengembangan sistem pembiayaan pasien penyakit kronis, ethical issues in chronic care delivery dan pengembangan teknologi untuk perawatan kronis.

Konferensi internasional tahun keempat ini mengundang berbagai elemen akademisi termasuk dosen, mahasiswa dan praktisi kesehatan. Hal ini dilakukan agar para akademis mupun praktisi kesehatan baik dari dalam dan luar negeri mampu berinteraksi dengan materi-materi terkini mengenai perkembangan perawatan kronis sehingga dapat memperkuat pelayanan masyarakat. Dekan FKUB, Dr dr Sri Andarini Mkes mengungkapkan jika saat ini Filipina merupakan negara nomor satu di Asia dalam menghasilkan perawat-perawat internasional dan mengirimkannya sebagai tenaga kerja profesional di negara-negara yang membutuhkan. “Di Indonesia sendiri masih kalah bersaing dalam mencetak perawat-perawat internasional karena masih ada beberapa indikator yang harus dikembangkan terutama kompetensi dan bahasa. Dengan hadirnya magister nurse di FKUB, diharapkan nantinya para lulusan tidak hanya melayani di dalam negeri saja tapi juga ke luar negeri.  Banyak dari lulusan saat ini hanya digunakan sebagai asisten perawat semata,” ungkapnya.

Menurut World Organization (WHO), pada 2020 mendatang penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus, jantung, kanker paru-paru kronik dan lain-lain merupakan faktor yang menyebabkan kematian hingga mencapai 70 persen. Perlu perhatian khusus terhadap perawatan penyakit-penyakit tersebut. Tentunya dibawah naungan FKUB, Jurusan Keperawatan kelak bisa berkembang secara mandiri hingga menjadi salah satu fakultas yang dapat mencetak lulusan dengan kemampuan berdaya saing. Peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan setiap saat, menguasai teknologi alat kesehatan, variasi jenis penyakit, teknik intervensi keperawatan melalui pemikirian hingga karya-karya ilmiah yang dihasilkan.

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID