Prasetya Online

>

Berita UB

Kelompok Kajian Warga Karta: Geluti Dinamika Sosial Budaya Warga Perkotaan

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafib pada 29 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 482

Fakultas Ilmu Budaya UB kini memiliki Kelompok Kajian yang bernama Warga Karta. Secara spesifik, Kelompok Kajian di bawah koordinasi Jurusan Seni dan Antropologi Budaya ini menggeluti isu perkotaan dari sisi dinamika sosial budaya. Ada dua isu besar yang menjadi materi pokok kajian kelompok ini, yakni isu kewargaan, isu pluralisme dan multikulturalisme.

"Memang sudah ada banyak kelompok studi perkotaan, tetapi masih minim fokus studi pada sisi dinamika sosial budaya. Umumnya, studi perkotaan fokus pada penanganan infrastruktur dan pembangunan tata kota. Peluang ini yang coba kami kembangkan dalam Kelompok Kajian Warga Karta ini," kata ketua kelompok kajian sekaligus ketua Jurusan Seni dan Antropologi Budaya, Dr. Hipolitus K. Kewuel, M.Hum.   

Kelompok kajian ini, menurut Dr. Hipo, demikian ia biasa disapa, baru berdiri dengan SK Dekan No. 50 Tahun 2018 tentang Pembentukan Kelompok Kajian WARGA KARTA. Proposal penguatan organisasi kelompok ini lolos pendanaan dari LPPM-UB tahun ini juga. Kelompok ini, menurutnya lahir dari kesamaan rekam jejak penelitian dan pengabdian para Dosen yang kemudian dirumuskan dalam kelompok ini sebagai basis gerakan bersama dalam hal penelitian dan pengabdian.Tambahnya lagi, langkah pertama pengolahan kelompok kajian ini dimulai dari penguatan organisasi termasuk penataan dan penguatan SDM-nya. Anggota tim Kelompok Kajian WARGA KARTA, terdiri dari dosen-dosen Antropologi dan Seni Rupa Murni ditambah satu Dosen dari Sastra Prancis yang kebetulan menyelesaikan studi S3-nya dengan disertasi yang berkaitan dengan bidang Antropologi. Dalam perkembangannya, Kelompok Kajian ini terbuka bagi keterlibatan Dosen lain sejauh minat kajian sejalan dengan bidang dan semangat kajian kelompok ini.

"Dengan demikian, di tahun pertama berdirinya Jurusan Seni dan Antropologi Budaya, kami mendapat mandat kerja yang cukup berat. Semoga kami mampu menjalankan tugas mulia ini dengan baik," jelas Dosen Antropologi Filsafat ini.

Program kerja kelompok ini sudah dipikirkan dalam empat tahapan kerja besar, yakni penguatan organisasi, rancang bangun dan pelaksanaan penelitian, tindak lanjut hasil penelitian dalam mempengaruhi kebijakan publik, dan penguatan penerapan good governance.

"Untuk tahapan yang pertama saja dulu, tahun ini akan kami mulai dengan program - program penguatan tata kelola organisasi dan penguatan SDM. Konkretnya, operasional organisasi, kami mulai dengan pengolahan administrasi kesekretariatan. Penguatan SDM, kami mulai dengan pendampingan penyusunan proposal dengan mendatangkan para pakar sesuai dengan klasifikasi maksud dan tujuan ke mana proposal itu akan dituju. Semoga dengan langkah awal ini, kami perlahan-lahan menemukan pola yang baik untuk mengelola Kelompok Kajian WARGA KARTA ini," katanya. (DT/MSH/PSIK FIB/Humas UB) 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID