Prasetya Online

>

Berita UB

KSP, Bekraf, dan Pemkot Malang Bahas Daya Saing Bangsa Indonesia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 24 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 209

5080_20181124004455
5080_20181124004455
Kantor Staf Presiden (KSP), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Pemerintah Kota Malang, dan Universitas Brawijaya (UB) mengadakan kegiatan "Dialog Publik Daya Saing Indonesia", di Studio UB TV, Gedung Rektorat UB lantai 2, Kamis (22/11/2018).

Talk show yang menghadirkan narasumber Kepala Staf Kepresidenan Jend. TNI (Purn) Dr Moeldoko, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekaraf) Triawan Munaf, dan Walikota Malang Drs H Sutiaji tersebut membahas tentang Daya Saing Bangsa Indonesia melalui pengembangan ekonomi kreatif dan infrastruktur.Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI Triawan Munaf mengatakan ekonomi kreatif berkembang pesat akan membuat bangsa Indonesia tidak lagi tergantung pada Sumber Daya Alam (SDA). Dengan gabungan ide, gagasan dan kreatifitas dari masyarakat di lebih dari 17.000 pulau Indonesia dapat dijadikan sumber energi terbarukan.
"Ekonomi kreatif harus jadi tulang punggung ekonomi Nasional," tutur Triawan dalam materinya.
Walikota Malang Drs H Sutiaji berpandangan bahwa generasi muda adalah orang kreatif yang mampu menguasai dunia.
"Indeks Pembangunan Manusia di Kota Malang tertinggi di Jawa Timur, dan angka kemiskinan terendah kedua se-Jatim. Ini membuktikan bahwa masyarakat kota Malang memiliki daya inovasi dan kreatifitas yang tinggi. Terlebih dengan kaum intelektual sebagai kota pendidikan. Dampaknya, dapat menekan kemiskinan," terang Sutiaji.
Dalam perkembangannya, Malang menargetkan diri sebagai Malang City Heritage, yang diharakan dapat meningkatkan pariwisata.
"Dengan ekonomi kreatif kami akan berkolaborasi dengan anak muda untuk menata Kota Malang, karena Malang punya kawasan herritage yang luar biasa, Pendapatan negara di bidang pariwisata kita berada di urutan kedua, harapannya akan meningkat," imbuhnya
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia (RI) Moeldoko mengatakan untuk meningkatkan daya saing bangsa maka harus ada pembangunan infrastruktur.
Jika kawasan-kawasan baru tumbuh dan berkembang, maka akan ada pula pajak sebagai pendapatan negara. Namun dari semua itu juga diperlukan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang tidak sedikit.
"Infrastruktur juga merupakan pembangunan guna peradaban kehidupan manusia.

Tidak dipungkiri, di Indonesia juga ada daerah-daerah terisolasi. Maka dibangunnya infrastruktur harus menyentuh wilayah mereka, sehingga akulturasi ke mereka berjalan dapat dengan baik," tukas Moeldoko. [Dinda/Humas UB]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID