Prasetya Online

>

Berita UB

Jurusan Teknik Mesin Launching dan Hibahkan Mobil di Museum Angkut

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 13 Februari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 1032

Marsela 3 EVO 1
Marsela 3 EVO 1
Tim Apatte 62 Brawijaya secara resmi meluncurkan mobil Marsela 3 Evo 1, pada hari Senin (12/02/2018) di Main Hall Museum Angkut Kota Batu. Marsela 3 Evo I garapan tim asal Teknik Mesin Fakultas Teknik UB ini akan berlaga di Shell Eco Marathon Asia 2018 di Changi Exhibition Center Singapore,  7-11 Maret 2018 mendatang.

Marsela 3 EVO 1 memiliki keunggulan aerodinamis, ringan, dan zero emission (ramah lingkungan).  Mobil berwarna putih ini berhasil menyabet juara 3 pada kontes Mobil Hemat Energi 2017 tingkat nasional November 2017 yang lalu.

Aristo EV 1
Aristo EV 1
"Kami membuat mobil ini selama sekitar 9 bulan di tahun 2017. Mobil generasi ketiga ini memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan versi sebelumnya, lebih aerodinamis. Bersama 26 anggota tim yang lain kami sudah menyiapkan 4 mobil, dalam 2 kategori yaitu kategori listrik dan internal combustion engine," ungkap Ketua Tim Apatte 62 Brawijaya, Dana Damara.

Selain mengenalkan Marsela 3 EVO 1, pada kesempatan ini Tim Apatte 62 juga menghibahkan Aristo EV 1 ke Museum Angkut. Aristo EV 1 ini sudah berlaga di beberapa kejuaraan nasional maupun internasional.

"Kami sangat berterimakasih kepada Fakultas Teknik, utamanya Tim Apatte 62. Karena kontribusi para mahasiswa ini telah menciptakan sesuatu yang menginspiratif. Sekaligus memberi tahu bahwa di sini tidak hanya mobil pada jaman-jaman kuno tapi juga teknologi alat angkut terbaru juga ada," ujar Operasional Manajer Museum Angkut, Endang A. Shobirin saat menerima hibah mobil listrik siang itu.

Penyerahan Aristo Evo I kepada Museum Angkut
Penyerahan Aristo Evo I kepada Museum Angkut
Hadir untuk menyaksikan serah terima Aristo Evo I sekaligus launching Marsela 3 Evo 1, Dekan FTUB Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono MT., Teguh Dwi Widodo, ST., M.Eng, Ph.D selaku Sekretaris Jurusan Teknik Mesin UB, segenap dosen pembimbing, Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin UB, dan seluruh anggota tim Apatte 62. Pada sambutannya Dr. Pitojo menuturkan rasa bangganya kepada tim Apatte 62 karena tak hanya berprestasi di bidang akademik tapi juga berjiwa sosial.

"Dengan dihibahkannya hasil penelitian ini, lengkap sudah Tim ini dalam mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Puluhan kejuaraan telah dimenangkan oleh tim ini tiap tahunnya, mereka juga ingin menyumbangkan hasil penelitiannya agar bisa berguna di masyarakat melalui Museum Angkut. Semoga mobil listrik futuristik bisa mengedukasi para wisatawan sekaligus menjadi pembelajaran terutama para pelajar dan mahasiswa yang berkunjung kesini," ujar Dekan saat penandatanganan serah terima Aristo EV 1.

Sementara itu, Museum Angkut merupakan salah satu destinasi wisata yang peka terhadap perkembangan dunia teknologi, edukasi  dan inovasi. Di tahun keempatnya ini sesuai dengan visi dan misi untuk mengedepankan dunia pendidikan dan produk ramah teknologi Museum Angkut mendukung produk gerakan hemat energi yang diusung oleh Jurusan Teknik Mesin FTUB .

A group photo in Museum Angkut
A group photo in Museum Angkut
Ditanya mengapa memilih menghibahkan ke Museum Angkut, Manager Tim Apatte, Tiara Shinta Raharkandi menjelaskan bahwa disini banyak manfaat yang bisa diraih. "Kalau kita taruh di sini banyak aspek bisa dijadikan pembelajaran. Sekaligus supaya tahu bahwa Indonesia, khususnya di Malang punya mobil listrik dan bisa membuat mobil listrik," ujar mahasiswa semester delapan ini. [Humas FT/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID