Prasetya Online

>

Berita UB

Jurusan Teknik Elektro UB Rintis Kendaraan Listrik Cerdas

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 01 Februari 2016 | Komentar : 0 | Dilihat : 3143

3106_20160201141655
3106_20160201141655
Menggunakan dana penelitian BOPTN, tiga dosen Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (JTE FT-UB) meneliti dan mengembangkan kendaraan listrik cerdas ramah lingkungan berbasis teknologi Smart Electric Vehicle (SEV).

Riset dilakukan oleh dosen di bidang elektronika daya dan kontrol yakni Ir. Wijono, M.T., Ph.D, Waru Djuriatno, S.T., M.T., dan Eka Maulana, ST., M.Eng. Saat ini, riset dalam tahapan meneliti dan merancang Electronic Control Unit (ECU) yang berfungsi sebagai pengendali SEV secara terpadu baik dari sisi hardware maupun software.

“Penelitian masih berjalan 40%. Ditargetkan tiga tahun mendatang sudah rampung,” tukas Eka saat ditemui di laboratorium Elektronika Daya, Kamis, 28 Januari 2016.

Dalam tiga tahun mendatang, lanjut Eka, tim ditargetkan dapat menghasilkan inovasi sistem pengendalian differential drive sebagai prototype kendaraan listrik TEUB-SEV. Penelitian pada tahun pertama menargetkan inovasi mekanisme sistem navigasi cerdas dan pengendalian roda secara independen (Two-wheeled differential drive) pada motor BLDC  dengan penerapan sistem kontrol terpadu.

Sistem ini berfungsi mengatur kecepatan masing-masing sistem penggerak dengan modulasi gelombang PWM Sinusoida. Pada tahapan ini, sistem kendali kemudi kendaraan cerdas auto pilot juga dirancang dan dianalisis dengan cermat.

Pada tahun kedua, tim akan mengembangkan inovasi sistem regenerative breaking atau proses pengereman dengan mekanisme penyimpanan energi yang dihasilkan dari energi mekanik menjadi energi listrik melalui Energy Management System (EMS).

“Jadi ketika kondisi mobil direm atau kondisi jalan menurun, sistem bisa mengkonversi dan menyimpan energi pada superkapasitor yang kemudian secara bertahap disimpan ke dalam baterai. Sistem pengereman seperti ini membutuhkan pengendalian khusus sehingga didapatkan konversi energi yang optimal,” kata dosen asli Blitar itu.

Kemudian di tahun terakhir penelitian, tim akan mendesain sistem charging secara internal dalam kendaraan (auto charging) dan eksternal dari sumber luar. Sistem charging menggunakan advance battery dan storage technology yang dirancang, diharapkan mampu memberikan solusi terhadap keterbatasan jarak tempuh kendaraan karena keterbatasan kemampuan penyimpanan sumber energi listrik yang selama ini terjadi.

“Kita optimis mobil bisa mencapai ratusan kilometer dalam sekali jalan,” kata alumni Miyazaki University itu.

Sementara dari hasil pengujian motor yang dilakukan, kecepatan putaran saat pengujian ini mencapai 10.000 rpm dengan daya 36 HP pada motor penggerak. Sehingga bila dikonversikan, tidak menutupi kecepatan mobil ini bisa mencapai 210 km/jam dengan akselerasi 3,7 detik pada 0-100 km/jam.

Walaupun kecepatan dan akselerasi melebihi ekspektasi peneliti, namun hal itu bukanlah tujuan utama dalam penelitian ini. Peneliti tetap memprioritaskan desain smart navigation system dan smart energy management system menjadi kelebihan terhadap inovasi yang telah dirancang.

Eka dan tim berharap TEUB SEV ini menjadi prototipe mobil listrik di masa depan yang aman, nyaman, hemat energi, dan super cepat. [and/Humas UB]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID