Prasetya Online

>

Berita UB

Jalin Kedekatan Mahasiswa Asing dan Lokal dalam International Student Day

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 14 Desember 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 894

Pameran foto oleh mahasiswa Libya
Pameran foto oleh mahasiswa Libya
Untuk pertama kalinya, International Office Universitas Brawijaya bekerjasama dengan AIESEC Universitas Brawijaya mengadakan International Student Day dengan tema Harmonious Diversity. Bertempat di Gazebo Fakultas Kedokteran UB, acara menghadirkan mahasiswa-mahasiswa asing dari 6 negara berbeda, pada Rabu (13/12/2017). Negara yang berpartisipasi diantaranya Gambia, Myanmar, Malaysia, Libya, Madagaskar, dan Korea Selatan.

Acara dibuka oleh Direktur International Office Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Ifar Subagiyo, M.Agr.St. Ifar mengaku senang dan mengapresiasi dengan acara International Student Day yang diadakan pertama kali lingkungan Universitas Brawijaya.

International Student Day sendiri merupakan acara yang bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa asing ke mahasiswa lokal antar lingkungan Universitas Brawijaya agar dapat menjalin kedekatan hubungan satu sama lain. Kepada Prasetya Online, Omar Gifari (FH UB, 2016) selaku Ketua Pelaksana International Student Day menyebutkan bahwa di Universitas Brawijaya sendiri memiliki mahasiswa-mahasiswa asing dari 14 negara berbeda, namun yang berpartisipasi di acara sebanyak 6 negara. "Kita dari lingkungan Universitas Brawijaya harus dapat saling berinteraksi dan lebih dekat antar mahasiswa asing dan lokal," Jelas Omar.

International Student Day disambut baik oleh mahasiswa asing. Antusias mereka terlihat dari totalitas menampilkan presentasi, pertunjukan, dekorasi booth, serta penyajian makanan khasnya.

Diketahui, dalam acara, masing-masing negara menampilkan ciri khasnya sendiri, seperti tarian, makanan, nyanyian, bahkan busana yang mereka kenakan. Salah satunya dari Libya. Mereka mengenakan kostum khas negaranya yang dipakai anak-anak hingga orang dewasa.

Osama mahasiswa S2 Teknik Elektro Universitas Brawijaya asal Libya mengaku senang dengan adanya acara macam ini. "Sangat bagus dan berbeda. Kami akhirnya dapat mengenalkan makanan khas Libya kepada orang lain," tukas Osama. Selain makanan, booth negara Libya juga memajang foto-foto tempat menariknya. Salah satunya adalah Gurun Sahara, rumah-rumah, serta bangunan kuno bersejarah. Sebagian pengunjung terlihat antusias berinteraksi dan puas dengan pengenalan mahasiswa-mahasiswa asing baik dari makanan yang disajikan gratis maupun presentasi negaranya.

Kedepannya, Omar selaku Ketua Panitia berharap untuk dapat terlaksana kembali dengan partisipasi negara-negara yang semakin banyak agar kedekatan mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal dapat lebih terjalin. [afwega/vicky/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID