Prasetya Online

>

Berita UB

Jalan Sehat IKA UB, Kampanyekan Wujud Nyata Go Green

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 31 Agustus 2015 | Komentar : 0 | Dilihat : 3775

Go Green, tema utama jalan sehat IKA UB
Go Green, tema utama jalan sehat IKA UB
Masih dalam rangkaian suasana semarak reuni akbar Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) 2015, ribuan  alumni dari berbagai angkatan dan fakultas berkumpul bersama-sama menggelar jalan sehat. Bertepatan dengan Car Free Day, jalan sehat digelar di sepanjang jalan MH Thamrin Jakarta pada Minggu (23/8/2015). Acara yang menjadi kegiatan tahunan ini tetap mengusung tema IKA UB Mengabdi "Brawijaya Go Green, Stop Talking Start Planting". Mengambil isu konsep ramah lingkungan, UB mencoba memberikan pandangan baru kepada masyarakat Jakarta khususnya yang concern pada penghijauan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat merespon positif kegiatan ini. Selain kekompakan silaturahmi antara UB dan alumni, mereka juga saling bersinergi memberi kontribusi besar terhadap permasalahan Jakarta yang semakin tahun masih belum menemukan solusi tepat. "UB dan segenap jajaran alumni telah melakukan langkah-langkah positif kepada pemerintah Jakarta, khususnya kampanye menanam pohon dan gerakan menabung air yang disampaikan oleh Rektor Prof. Bisri," ujarnya.

Gerakan menabung air rencananya akan diaplikasikan pemerintah DKI Jakarta. Akan tetapi, proyek jangka panjang ini masih memerlukan penyesuaian karena wilayah yang dicakup juga sangat luas. Bagi Djarot, gerakan menabung air merupakan bentuk nyata pengabdian UB kepada masyarakat. Tetapi, hal tersebut juga tidak akan berpengaruh apabila pemerintah dan warga Jakarta tidak menyadari pentingnya kampanye tersebut. "Jadi intinya semua elemen harus bergerak bersama. Perlu kesadaran akan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Jakarta. Jadi tidak akan ada namanya polemik yang menyalahkan satu sama lain," tambahnya.

Selain itu, UB juga memperkenalkan secara langsung sebuah alat pendeteksi banjir. Alat yang diberi nama Flood Early Warning System gagasan Arief Andy Subroto, ST, M.Kom bersama timnya tersebut juga sempat mencuri perhatian Wakil Gubernur Jakarta. Djarot memaparkan jika teknologi ini nantinya dapat diterapkan di hilir sungai maupun pintu-pintu air di sekitar wilayah Jakarta. "Kami akan memaksimalkan riset perguruan tinggi untuk membantu permasalahan banjir, UB menjadi salah satunya," pungkasnya.

Ketua IKA dan Wakil Gubernur DKI Jakarta kemudian membagi-bagikan bibit pohon kepada peserta yang hadir. Ketika seluruh alumni mengikuti longmarch mengitari jalan MH. Thamrin hingga bundaran HI, mereka merentangkan spanduk bertuliskan kampanye go green, penghematan air hingga penanggulangan sampah. Mereka juga tidak segan-segan memungut sampah yang berserakan di tengah jalan lalu dikumpulkan ke dalam wadah plastik besar. "Kita berharap dengan aksi kampanye ini, masyarakat bisa terketuk hatinya. Mulai dari hal yang paling kecil saja yaitu membuang sampah pada tempatnya. Tentu dampak positif yang dirasakan nantinya akan berpengaruh cukup besar bagi masyarakat dan kota Jakarta," ujar Syamsul Maarif SH, LLM, PhD, selaku ketua IKA UB. [indra/Humas UB]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID