Prasetya Online

>

Berita UB

Jaga Stabilitas Harga Bawang Merah, FIA Usulkan Dibentuknya Badan Koordinasi Khusus

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 06 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 617

Seminar pembahasan harga bawang merah di FIA
Seminar pembahasan harga bawang merah di FIA
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) mengusulkan dibentuknya badan khusus dibawah pemerintah untuk mencegah perilaku oportunistik para pedagang besar yang menguasai rantai pasok bawang merah sehingga mengakibatkan harga melambung tinggi.

"Badan ini akan bekerja dengan bantuan teknologi informasi kekinian, sehingga mencegah perilaku oportunistik semacam itu," kata Ketua K2PU FIA UB Kusdi Rahardjo menyoroti panjangnya rantai pasok bawang merah dari petani hingga sampai ke konsumen.

Menurut Kusdi, fungsi badan tersebut juga sebagai koordinator pengelolaan rantai pasok bawang merah hingga ke tangan pengecer dan konsumen.

Selain itu, Kusdi juga mengatakan kurangnya pemahaman dan kesadaran para petani terkait tata cara tanam yang tepat. Kusdi menemukan petani bawang merah di daerah sentra seperti Nganjuk dan Probolinggo lebih mementingkan berat total dan mengabaikan jarak tanam. Padahal, jarak tanam yang terlalu berdekatan menjadi penyebab menurunnya kualitas bawang merah, khususnya untuk ekspor.

"Dalam hal ini petani juga menggunakan pupuk pestisida yang berakibat pada menurunnya kualitas tanah pada jangka panjang," imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Hortikultura Spudnik Sudjono mengatakan bahwa Kementerian Pertanian telah menerapkan berbagai strategi agar harga bahan pangan tetap terjangkau bagi masyarakat dan menguntungkan petani.

Salah satu strategi yang ditempuh adalah "Manajemen Tanam", yakni menerapkan waktu tanam yang ketat untuk menjaga pasokan bahan pangan di masa mendatang.

Dikatakan Spudnik, Kementerian Pertanian, telah berupaya keras untuk menjaga tingkat produksi dan stabilitas harga bawang merah di pasaran. Dengan berbagai strategi yang telah dirumuskan, pemerintah meyakini ketersediaan bawang merah dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

Adanya kenaikan harga pangan yang tajam di beberapa daerah dikarenakan ada oknum-oknum yang melakukan manuver negatif sehingga menyebabkan kenaikan harga itu.

"Kami pun menyampaikan fakta-fakta di lapangan kepada Bareskrim (Polri, red.). Dalam selang waktu sepuluh hari, polisi telah berhasil menetapkan tersangka dalam kejahatan terencana itu," kata alumni Doktor Ilmu Administrasi UB itu.

Kusdi Rahardjo dan Spudnik Sudjono menjadi pemateri dalam Seminar "Peningkatan Efisiensi Harga Bawang Merah Demi Stabilitas Harga Pangan" yang diadakan oleh Kelompok Kajian Pengembangan UMKM (K2PU) FIA UB & Direktorat Jenderal Hortikultura.

Kegiatan yang dihelat di Hotel Royal Orchids Garden, Batu, tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, antara lain perwakilan dinas pertanian se-Jawa Timur, dinas perdagangan se-Jawa Timur, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan para pelaku usaha di bidang pertanian. [Luqman/Humas UB]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID